Beranda Headline Terancam Putus, Gubernur Perintahkan Jalan Pusuk KLU Segera Ditangani

Terancam Putus, Gubernur Perintahkan Jalan Pusuk KLU Segera Ditangani

Badan jalan provinsi di daerah Pusuk KLU ang terancam putus karena talud jebol. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP menyatakan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memerintahkan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera memperbaiki talud jalan provinsi di Pusuk , Kabupaten Lombok Utara (KLU). Jika dibiarkan berlarut-larut, jalan provinsi yang menghubungkan Lombok Barat (Lobar) dengan KLU tersebut terancam putus.

‘’Saya tak mau berdebat soal administrasi. Yang ingin saya sampaikan, Pak Gubernur sudah memerintahkan, (perbaikan jalan) ini kewajiban provinsi dan harus diselesaikan,’’ kata Ridwan dikonfirmasi usai memanggil Dinas PUPR NTB di ruang kerjanya, Senin, 4 November 2019 siang.

Ia mengatakan, jalan Pusuk KLU terancam putus jika tidak segera ditangani. Apalagi sekarang sudah mulai turun hujan. ‘’Kita tak usah berdebat soal tanggal kejadian. Kita cepat selesaikan. Apa yang harus dipenuhi administrasinya supaya tidak salah,’’ ujarnya.

Jika surat gubernur mengenai penetapan bencana diperlukan. Maka OPD diminta segera menyiapkan dan membuat suratnya. Yang jelas, katanya, jalan di wilayah Pusuk tersebut adalah jalan provinsi. Dan kewajiban pemerintah provinsi untuk menyelesaikannya.

Sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur, OPD harus segera menanganinya. Menurutnya, tidak boleh ada alasan bagi OPD untuk berlama-lama memperbaiki talud jalan yang jebol akibat bencana tersebut.

Untuk perbaikan ruas jalan Rembiga – Pemenang kata Ridwan, sebenarnya sudah direncanakan Dinas PUPR NTB. Namun, sekarang konteksnya berbeda, yakni butuh segera ditangani. Mengenai sumber pendanaan, dapat diambilkan dari belanja tidak terduga APBD 2019. Karena kerusakannya akibat bencana.

‘’Kalau pun belanja tidak terduga tidak ada. Dengan sisa daruratnya, bisa dialihkan uang manapun sepanjang sifat daruratnya sudah jelas. Dan jalan ini sudah jelas daruratnya. Terancam putus dan membahayakan nyawa orang,’’ tegasnya.

Untuk itu, kata Ridwan, Dinas PUPR dan BPBD NTB sedang menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan agar penanganannya segera dilakukan. ‘’Insya Allah segera kita selesaikan. Dan juga uangnya ada,’’ kata mantan Kepala Bappeda NTB ini.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1 mengatakan penanganan perbaikan talud jalan yang jebol di Pusuk KLU dapat menggunakan belanja tidak terduga. Menurutnya, perlu ada surat penetapan transisi darurat menuju pemulihan dari provinsi. Karena akses jalan tersebut merupakan jalan provinsi.

‘’Apalagi ini belum kita berikan tindakan apapun di sana. Itu masih memungkinkan kalau dari segi aturan,’’ ujarnya.

Menurut mantan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD NTB ini, gubernur dapat menetapkan status transisi darurat menuju pemulihan. Selain sudah ada surat rekomendasi dari Bupati KLU.

‘’Ini memungkinkan. Kan ada masa transisi darurat ke pemulihan, belum kita lakukan. Tinggal kita nyatakan saja melalui keputusan gubernur soal kebencanaan. Pak Bupati sudah menyatakan tanggap darurat,’’ katanya.

Tentunya kata Ahmadi, BPBD harus mengajukan ke gubernur untuk surat pernyataan tentang bencana. ‘’Kita akan koordinasi dengan BPBD. Pada intinya BPBD diharapkan segera membuat dokumen-dokumen pendukungnya,’’ terangnya.

Terkait OPD yang akan mengerjakan perbaikan talud jalan provinsi yang jebol tersebut, Ahmadi menyerahkan ke pimpinan. Apakah Dinas PUPR atau BPBD, baginya tidak masalah.

‘’Yang penting sudah ada payung hukumnya, surat pernyataan Pak Gubernur. Kemudian SK Gubernur tentang masa transisi darurat ke pemulihan. Itu harus segera. Apalagi ini musim hujan segera datang,’’ tandasnya.

Penjabat Sekda Tinjau Lokasi

Sementara itu, Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si  langsung terjun ke lokasi jalan Pusuk yang rusak di Dusun Bentek, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, KLU, Senin, 4 November 2019. Kondisinya saat ini semakin parah setelah rusak akibat longsor tahun lalu.

Iswandi memastikan, Pemprov NTB akan segera memperbaiki bahu jalan atau talud di KM 17,2 jalan provinsi jurusan Rembiga – Pemenang itu. ‘’Jalan yang rusak karena longsor sejak gempa tahun lalu segera ditangani,’’ tegas Iswandi.

Perbaikan jalan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemprov tidak perlu menunggu tahun anggaran berikutnya. Hal yang dikhawatirkan, apabila terlambat ditangani bisa memakan korban jiwa.

Menurutnya, penanganan perlu disegerakan karena musim hujan juga akan segera tiba. Apabila dibiarkan, kerusakan dikhawatirkan bisa merembet dan semakin parah. ‘’Tidak tunggu sampai tahun depan. Secepatnya diperbaiki,’’ tegas Iswandi.

Mengenai sumber dana, Iswandi mengatakan  tidak perlu dikhawatirkan. Banyak cara untuk menyiasati biaya perbaikan jalan tersebut. ‘’Sumber dana tidak ada masalah, segera akan ditangani,’’ katanya.

Untuk saat ini, pihaknya memprioritaskan keselamatan para pengendara. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kecelakaan yang terjadi. Mengingat, jalur tersebut cukup padat kendaraan sehingga rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Berbagai langkah telah dilakukan untuk penanganan saat ini. Diantaranya, Pemprov menyiapkan Posko Pengamanan, barikade dan petugas Satpol PP di sekitar lokasi. ‘’Petugas di sekitar lokasi mengatur lalu lintas untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan,’’ terangnya.

Selain melakukan langkah jangka pendek, upaya jangka panjang tetap menjadi prioritas. Penanganan secara fisik akan dilakukan Dinas PUPR NTB.  ‘’Penyiapan rencana secara teknis dan anggarannya akan diputuskan besok,’’ tandas Iswandi.

Saat ke lokasi, Iswandi  didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Syahdan, MT, Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1,  Kepala Balai Pemeliharaan Jalan, Syarifuddin dan Kepala Biro BAPP dan LPBJP Setda NTB, H. Sadimin, ST, MT. (nas)