Anggaran Kurang, Kemantapan Jalan Provinsi Menurun

Wedha Magma Ardhi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tingkat kemantapan jalan provinsi diprediksi akan turun menjadi 79-80 persen. Pasalnya, biaya pemeliharaan jalan tahun 2019 sangat minim. Hal ini akan menyebabkan laju penurunan kondisi menjadi jalan rusak atau tidak mantap sepanjang 50 – 60 km tahun 2019.

Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP menyebutkan, tingkat kemantapan jalan provinsi tahun 2019 sebesar 83,65 persen. “Tetapi dengan anggaran 2019 seperti itu, saya khawatir kemantapan jalan turun. Perkiraan saya dia akan 79 – 80 persen kemantapannya. Turun sekitar 3-4 persen. Sekitar 50 – 60 kilometer turun jadi tidak mantap,” kata Ardhi dikonfirmasi Kamis, 12 Desember 2019 siang.

Baca juga:  Jembatan Darurat Putus, PUPR NTB Bergerak Cepat

Mantan Kepala Dinas PUPR NTB ini mengatakan, penurunan kondisi jalan provinsi yang mencapai puluhan kilometer itu akibat kurangnya biaya pemeliharaan. Ia menyebutkan, biaya pemeliharaan jalan minimal Rp40 juta per Km.

“Karena kita tidak bisa optimal melakukan pemeliharaan jalan, karena ndak punya uang. 2019, anggaran pemeliharaannya kurang,” katanya.

Namun dengan program percepatan jalan tahun jamak yang mulai dilakukan 2020 mendatang, diharapkan dapat menekan laju penurunan kondisi jalan. Pemprov NTB mengalokasikan anggaran Rp750 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan provinsi di Pulau Sumbawa.

Data Pemprov NTB, sepanjang 242,71 Km jalan provinsi dalam kondisi tidak mantap. Selain itu, sebanyak 138 unit jembatan sepanjang 4.371 meter berada dalam kondisi kritis dan belum terbangun.  NTB  dengan luas wilayah 20.153,15 Km2, memiliki jalan provinsi sepanjang 1.484,43 Km. Terdiri atas jalan provinsi di Pulau Lombok sepanjang 528,26 Km dan di Pulau Sumbawa sepanjang 956,27 Km.

Baca juga:  Jembatan Tampes Masuk Proyek KSPN

Tingkat kemantapan jalan provinsi pada akhir tahun 2018 sebesar 83,65 persen. Artinya,  masih terdapat 242,71 Km jalan provinsi yang berada dalam kondisi tidak mantap. Terdiri atas jalan aspal rusak berat sepanjang 53 Km, jalan kerikil sepanjang 28,76 Km, jalan tanah sepanjang 35,92 Km serta jalan yang belum bisa dilalui atau belum terhubung sepanjang 125,03 Km. (nas)