Percepat Pembangunan Jalan Layang Lembar-Kayangan, Gubernur Surati Presiden

Ilustrasi pembangunan jalan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc akan bersurat ke Presiden meminta percepatan realisasi proyek jalan layang port to port Pelabuhan Lembar Lombok Barat – Pelabuhan Kayangan Lombok Timur. Pembangunan jalan tersebut dinilai satu-satunya solusi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di jalan nasional dari Lembar – Kayangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan Pemprov sedang mendorong agar jalan tersebut dapat segera diwujudkan.

Sampai saat ini memang belum ada Feasibility Study (FS) yang dilakukan Kementerian PUPR. Padahal, jalan tersebut sudah dijanjikan akan dibangun oleh Presiden Jokowi saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016.

‘’Di sini kita mencoba supaya kementerian bahkan nanti akan kita surati resmi. Bersurat ke Presiden melalui menteri PUPR. Port to port Lembar – Kayangan adalah jalan nasional. Maka kewajibannya nasional. Yang mana saat ini lalu lintasnya sudah padat,’’ kata Azhar dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 6 Desember 2019 siang.

Ia mengatakan, dulunya jalan nasional Lembar – Kayangan dapat ditempuh selama satu jam. Tetapi sekarang, dengan padatnya lalu lintas, apalagi pada akhir pekan, Lembar – Kayangan ditempuh sampai dua jam.

Baca juga:  Jembatan Tampes Masuk Proyek KSPN

Belum masuknya jalan layang Lembar – Kayangan menjadi prioritas nasional, kata Azhar karena memang kementerian sedang fokus untuk menangani fungsi jalan. Yakni mengubah jalan provinsi beralih status menjadi jalan nasional.

Sehingga, Pemprov akan bersurat secara resmi kepada Presiden. Menurutnya, perlu pemikiran serius soal kondisi jalan nasional Lembar – Kayangan yang ada saat ini. Apalagi, jalan nasional ini statusnya jalan arteri, kecepatan minimal 60 km/jam.

‘’Penting  terporgram di nasional. Sehingga bisa dipercepat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, MTP mengatakan dalam beberapa tahun ke depan, jalan Lembar – Kayangan yang menjadi jalur logistik nasional itu akan semakin macet. Apabila tidak dilakukan pembangunan jalan layang Lembar – Kayangan, maka akan terus terjadi hambatan.

Pemprov akan segera melakukan kajian terkait Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) dan gangguang samping terkait kinerja jalan nasional. Dinas Perhubungan akan melakukan kajian mengenai traffic management, sedangkan Dinas PUPR akan melakukan kajian terkait konstruksi dan keselamatan. Kemudian hasil kajian itu akan disampaikan ke pemerintah pusat.

Ardhi mengatakan salah satu indikasi bahwa jalan nasional Lembar – Kayangan sudah tidak layak. Yakni kecepatan rata-rata kendaraan sekarang antara 30 – 40 km/perjam. Kemudian kapasitas jalan itu sendiri sudah mendekati angka koefisien 0,8-0,9.

Baca juga:  Perbaikan Jalan dan Jembatan Rusak Dikerjakan Juni 2020

Ardhi menambahkan pelebaran jalan nasional Lembar – Kayangan sudah tidak memungkinkan. Karena biaya pembebasan lahannya akan lebih mahal dibandingkan membangun jalan baru. Sehingga Pemprov mendorong pembangunan jalan layang Lembar – Kayangan segera direalisasikan.

Rencana pembangunan jalan layang Lembar – Kayangan sudah muncul sejak 2016 lalu. Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2016, Gubernur NTB, Dr. TGH. Zainul Majdi menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi.

Presiden kemudian memerintahkan Menteri PUPR untuk melakukan kajian. Kementerian PUPR sudah mengalokasikan anggaran selama dua tahun, yakni 2018 dan 2019 untuk melakukan kajian feasilibility study (FS) rencana pembangunan jalan layang Lembar – Kayangan.

Pembangunan jalan layang Lembar – Kayangan  sepanjang 103 km itu diperkirakan akan menelan anggaran Rp 4,5 – 5 triliun. Jalur pembangunan jalan ini ada dua alternatif, yakni dari Lembar menyusuri pantai sampai Kota Mataram kemudian dibuat elevated high way sampai Lotim.  Kemudian, alternatif yang kedua, akan dibangun existing dari Lembar sampai Turide Kota Mataram. Kemudian ke utara, selanjutnya dibuat elevated high way sampai ke Lotim. (nas)