Bandara Selaparang Dioperasikan

Zulkifliemansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah, SE.M.Sc meminta PT. Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola eks Bandara Selarangan supaya mengaktifkan kembali bandara tersebut. Dengan begitu, bisa mendukung pengembangan pariwisata di kawasan Senggigi serta tiga gili yang kini sudah mulai tumbuh kembali pascagempa.

Permintaan tersebut disampaikan langsung Gubernur NTB, saat rapat koordinasi Komisi V DPR RI dengan mitra, di Praya, Rabu, 4 Desember 2019. Dikatakan, pengoperasian kembali Bandara Selaparang memiliki arti strategis. Terutama dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kota Mataram serta kawasan Senggigi serta tiga gili.

Baca juga:  Presentase Penumpang Pesawat di LIA Naik 2 Persen

Di mana nantinya eks Bandara Selaparang bisa dijadikan bandara khusus untuk pesawat-pesawat pribadi. Ataupun pesawat penumpang wisatawan yang memang tujuan utamanya berkunjung ke kawasan wisata serta tiga gili. ‘’Beroperasinya eks Bandara Selaparang ini nantinya juga akan bisa menumbuhkan kembali perekonomian di sekitar bandara tersebut,’’ tegasnya.

Dr.Zul, sapaan akrab Gubernur NTB ini, sering mendapat keluhan dari wisatawan soal jarak tempuh yang cukup jauh dari bandara yang sekarang dengan kawasan tiga gili yang menjadi destinasi favorit. Sehingga banyak wisatawan yang justru memilih datang dari Bali. Untuk kemudian pulang lagi lewat Bali.

Baca juga:  10 Tahun Garda Express, Makin Eksis, Jadi Jagonya Kiriman Area NTB

‘’Kalau eks Bandara Selaparang dibuka kembali, bisa menarik minat wisatawan yang mau berkunjung ke tiga gili ataupun kawasan wisata Senggigi masuk lewat Bandara Selaparang,’’ katanya. Tidak kalah penting juga, kawasan di sekitar bandara juga bisa hidup kembali.

Dikonfirmasi terpisah terkait permintaan Gubernur NTB tersebut, General Manager (GM) PT. AP I Lombok International Airport (LIA) mengaku pihaknya akan mempertimbangkan permintaan tersebut. Dikatakannya, untuk mengoperasionalkan kembali sebuah bandara tidak bisa serta merta. Butuh kajian yang mendalam. ‘’(Permintaan Gubernur NTB) masih akan dikaji dulu,’’jawabnya singkat. (kir)