Anggota DPR RI Cek Infrastruktur KEK Mandalika

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menerima cinderamata dari rombongan anggota DPR RI yang mengunjungi KEK Mandalika, Rabu, 4 Desember 2019. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Anggota Komisi V Bidang Infrastruktur dan Perhubungan DPR RI, Rabu, 4 Desember 2019, meninjau pembangunan sejumlah infrastruktur pariwisata di kawasan The Mandalika, Kuta. Termasuk sejumlah fasilitas penunjang yang dibiayai dari APBN. Dalam kunjungan spesifik tersebut, Komisi V DPR RI ingin memastikan kalau semua pembangunan infrastruktur utamanya yang dibiayai dari anggaran pusat tersebut berjalan sesuai rencana.

“Kami perlu melihat secara langsung pembangunan infrastruktur dan transportasi penunjang di kawasan The Mandalika. Untuk itu kami datang ke sini,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Hj. Nurhayati, selaku pimpinan rombongan, saat rapat koordinasi dengan Gubernur NTB dan mitra Komisi V DPR RI di Praya.

Tidak hanya itu, pihaknya ingin mengetahui permasalahan-permasalahan yang menonjol dari proses pembangunan infrastruktur dan transportasi penunjang tersebut. Sehingga Komisi V DPR RI nantinya bisa mencarikan solusi. Supaya proses pembangunan infrastruktur penunjang tersebut bisa berjalan maksimal.

Baca juga:  Sirkuit Mandalika Segera Diaspal

Karena bagaimana pun juga kawasan The Mandalika merupakan kawasan prioritas pusat. Yang tentunya perlu dukungan kuat, agar dikembangkan secara optimal. Salah satu yang paling utama ialah infrastruktur jalan dari dan menuju kawasan The Mandalika.

Dari hasil serapan Komisi V DPR RI, ujarnya, selain pembangunan jalur by pass dari bandara ke kawasan The Mandalika, perlu juga dipikirkan bagaimana jalur dari  Gili Mas, Sekotong diperlebar. Itu untuk mempermudah akses masuknya wisatawan dari pelabuhan laut ke kawasan The Mandalika.

Termasuk jalan dari dari Pelabuhan Awang ke kawasan The Mandalika juga diperlu diperluas.  Di mana nantinya, Pelabuhan Awang bisa menjadi pendukung bagi kawasan The Mandalika. Dan, bisa menjadi salah satu alternatif pintu masuk wisatawan dari jalur laut.

Karena meski berstatus pelabuhan perikanan, Pelabuhan Awang bisa juga digunakan untuk tempat sandar yacth ataupun kapal-kapal persiar lainnya. Apalagi jarak antara Pelabuhan Awang dengan kawasan The Mandalika hanya sekitar 25 menit perjalanan darat. Sehingga jauh lebih memungkinkan mendukung kawasaan The Mandalika dari sisi jarak tempuhnya.

Baca juga:  RS Internasional MotoGP Dibangun Pertengahan 2020

Ke depan, lanjut politisi asal PPP ini, pengembangan pariwisata tidak hanya terpaku pada kawasan The Mandalika semata. Tetapi juga destinasi wisata lainnya di Pulau Lombok. Mengingat, Pulau Lombok memiliki banyak destinasi wisata potensial untuk dikembangkan. Sehingga pariwisata Lombok benar-benar berkembang dan bisa menjadi Bali kedua.

‘’Itu yang kita harapkan. Jadi jangan hanya kawasan The Mandalika yang dikembangkan. Tetapi Pulau Lombok secara lebih luas. Supaya bisa jadi Bali kedua bagi Indonesia,’’ tegasnya. Yang pada akhirnya bisa memberikan manfaat berupa peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini. (kir)