Pemprov Siapkan Rp12 Miliar untuk FS Jembatan Lombok-Sumbawa

Ilustrasi Jembatan Lombok-Sumbawa (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan menyiapkan anggaran sekitar Rp12 miliar untuk feasibility study (FS) rencana pembangunan jembatan Lombok-Sumbawa. Dari sisi bisnis, pembangunan Jembatan Lombok-Sumbawa cukup menjanjikan, karena investasi balik modal diperkirakan kurang dari 10 tahun. Hal ini melihat potensi pendapatan dari penyeberangan Kayangan-Poto Tano yang mencapai Rp30 miliar sebulan.

‘’Komitmen Pemprov,  jembatan itu strategis. Untuk memastikan dia layak, itu harus FS dulu. Studi itu penting karena itu akan kita tawarkan ke investor. Investor pasti membutuhkan hitung-hitungannya,’’ kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah saat bersama Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM di Kantor Gubernur, Selasa, 3 Desember 2019 siang.

FS akan dilakukan 2020 mendatang. Pemprov akan mengundang konsultan yang akan melakukan FS asal Korea tersebut untuk memaparkan ke gubernur. Dengan anggaran sebesar Rp12 miliar tersebut, konsultan akan melakukan FS dari sisi teknis.

‘’Untuk FS yang Rp12 miliar. Kita harapkan 2020. Tapi APBD sudah ditetapkan. Tetapi setidak-tidaknya di APBD Perubahan,’’ kata mantan Kepala Bappeda NTB ini.

Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengatakan, investor tidak akan rugi jika membangun Jembatan Lombok-Sumbawa. Hasil hitung-hitungan secara kasar, pendapatan penyeberangan Kayangan-Poto Tano saja sekitar Rp30 miliar sebulan.

Apalagi jika ada jembatan tersebut, secara ekonomi akan sangat menguntungkan. Dengan penyeberangan yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja, pendapatan bisa mencapai Rp30 miliar sebulan. Apalagi dengan adanya jembatan tersebut, jarak tempuhnya hanya 15 menit.

‘’Cepat balik modal investasi itu. Ndak sampai 10 tahun sudah balik pokok investasinya. Ini perhitungan kasar saja. Cuma kelayakan teknis yang kita minta. Apakah dia jembatan full, atau jembatan dan terowongan,’’ katanya. (nas)