Pemprov Siap Uji 19 Mesin Produksi Asli NTB

Nuryanti (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mendorong produksi mesin guna mewujudkan program industrialisasi yang sedang digarap saat ini. Untuk itu, 19 mesin buatan Industri Kecil Menengah (IKM) di NTB siap menjalani tes report atau uji kelayakan agar mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Plt. Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE.ME menerangkan bahwa dengan pengujian tersebut diharapkan produksi mesin di NTB dapat didorong ke dalam skala produksi yang lebih besar. IKM yang terlibat sendiri merupakan binaan Dinas Perindustrian yang telah dilakukan beberapa tahun belakangan.

‘’Itu setelah report dan lulus itu kita akan proses masuk ke e-katalog (Kementerian Perindustrian),” ujar Nuryanti kepada Suara NTB, Senin, 2 Desember 2019 di Mataram. Dengan langkah ini, diharapkan industri di NTB dapat memanfaatkan mesin yang diproduksi langsung di daerah. ‘’Kita sebenarnya sudah mampu, hanya belum punya standar. Pasarnya pun hanya untuk lokalan saja,’’ sambungnya.

Berdasarkan data di Dinas Perindustrian NTB, 19 mesin tersebut antara lain mesin pengupas jagung dengan kapasitas kerja 2.5 ton per jam untuk jagung dengan kulit dan 8 ton per jam untuk jagung kupasan. Mesin tersebut dikembangkan oleh UD. Restu Ibu yang berada di Kabupaten Lombok Timur.

Baca juga:  Kembangkan Industri Peternakan, Kesinambungan Bahan Baku Jadi PR NTB

Kemudian ada tungku gasfikasi dengan kapasitas kerja 10,4 Kg per jam yang dibuat oleh CV. Rotani yang berada di Kota Mataram, dan mesin sangrai kopi dengn kapasitas 10 Kg per jam yang akan dikembangkan oleh UD. Mataram Teknik yang berlokasi di Lombok Barat.

Mesin cacah lamtoro akan dikembangkan oleh PT. Gerbang NTB Emas (GNE) yang berlokasi di Kota Mataram. Kemudian CV. Ondak Jaya Teknik akan mengembangkan beberapa mesin, antara lain mesin spiner dengan kapasitas 5 Kg per jam, mesin kupas kopi kering dengan kapasitas 300 Kg per jam, mesin pemipil jagung dengan kapasitas 500 Kg per jam.

Mesin pengurai serabut kelapa dengan kapasitas 300 Kg per jam, mesin emping jagung dengan kapasitas 100 Kg per jam, mesin cuci telur dengan kapasitas 400-500 butir per jam, mesin mixer pakan ternak dengan kapasitas 1,5 m per jam, mesin cacah sampah organik dengan kapasitas 10 m per jam.

Mesin cacah krepek dengan kapasitas 300 Kg per jam, mesin sangrai kopi dengan kapasitas 10 Kg per proses, mesin cacah sampah toss-m dengan kapasitas 300 Kg per jam. Mesin rajang sampah buah dengan kapasitas 100 Kg per jam, mesin mixer magot (larva lalat) dengan kapasitas 25 Kg per jam, mesin cetak pelet magot dengan kapasitas 80 Kg per jam dan peralatan press cetak tahu dengan kapasitas 100 Kg per hari.

Baca juga:  19 Jenis Mesin Industri Diuji SNI

Diterangkan Nuryanti, untuk pengujian dan pembinaan proses produksi 19 mesin tersebut Pemprov NTB telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp180 juta dari APBD. Seluruh produksi mesin tersebut akan didorong agar bisa terserap hingga ke daerah nantinya. “Pasarnya kita ciptakan dengan belanja-belanja OPD yang selama ini banyak. Kenapa tidak membeli punya IKM kita, di kabupaten kita harapkan juga begitu,” ujarnya.

Pengujian sendiri akan dilakukan di STIP NTB pada minggu ketika Desember 2019. Ada beberapa hal yang akan menjadi penilaian standar, antara lain keamanan dan kualitas produk yang dihasilkan dari mesin-mesin buatan NTB tersebut. ‘’Jadi ini cara kita untuk meningkatkan kapasitasnya. Kalau yang lulus uji kelayakan akan diproduksi lebih banyak, kalau yang tidak lulus kita jadi tahu harus perbaiki bagian mananya,’’ ujar Nuryanti. (bay)