Putra NTB Hasilkan 12 Proyek Bisnis “Startup”

Para juara Startup Weekend Lombok foto bersama dengan Plt Kepala Diskominfotik NTB, I. Gde Putu Aryadi. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Acara Startup Weekend Lombok yang digelar 29-30 November sampai  1 Desember 2019 menghasilkan 12 proyek bisnis startup. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan ekosistem digital di NTB. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat yang sedang menuju pasar ekonomi 4.0

“Diharapkan akan banyak didukung baik dari dunia pendidikan dengan dibuatnya inkubator bisnis di kampus-kampus.  Serta bermunculannya  coworking space sebagai tempat berkolaborasi, berhubungan para komunitas-komunitas startup di NTB,” kata Program Lead Startup Weekend Indonesia KitaPixel Lombok, Nurliya Ni’matul Rohmah kepada Suara NTB, Minggu, 1 Desember 2019.

Disebutkan, jumlah peserta yang ikut Startup Weekend Lombok sebanyak 72 orang. Output dari peserta Startup Weekend Indonesia pertama di Lombok menghasilkan 12 Project Startup Business. Antara lain, CekKatarak.com, Repro, Trifax, Dewi Excellent, Rasa Lombok, Inaq Sayur, Cari Tukang, Silamo, Lombok Stay, Otoman, No Trash dan Cure.

Dari 12 proyek bisnis startup anak-anak NTB, dipilih tiga menjadi juara. Yakni, juara 1 startup Cari Tukang. Dengan founder Komang Kresna Wedana, Gusti Ngurah Mertayasa dan A. Rahman.

Juara 2 adalah Cure, dengan founder Devin Brahmana Putra, Gabby Prisca Chikita dan Antik Tri Permana. Dan juara 3 adalah CekKatarak.com, dengan founder Azhar Rafiqn M. Husnul Wardi dan Hendra Aprian.

Nurliya mengatakan kendala anak-anak NTB dalam pengembangan ekosistem startup adalah belum adanya co-working space. Yakni tempat berkumpulnya komunitas-komunitas startup di NTB.

“Jika ada tempat berkumpul, maka akan lebih gampang mereka berkumpul, saling berkolaborasi,” katanya.

Program Lead Startup Weekend Indonesia Satu Tampa Manado, Maria Silangen mengatakan Lombok merupakan salah satu dari 11  daerah di Indonesia yang dipilih menjadi lokasi kegiatan ini. Di Indonesia Timur, Lombok menjadi lokasi selain Manado dan Bali. “Ternyata di Lombok sudah ada ekosistem startup. Tapi mungkin belum terbentuk dalam komunitas yang  baik,” katanya.

Ia mengatakan anak-anak muda di Lombok sangat serius mengikuti kegiatan tersebut. Dibandingkan dengan pelaksanaan di kota-kota lainnya, masih ada yang bercanda dan ngalor-ngidul. Tetapi di Lombok, para peserta sangat serius. Mereka menyampaikan ide-ide untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi sebagian besar masyarakat di NTB.

Maria mengatakan ada tiga komponen startup digital, yakni hustler, hipster dan hacker. Hustler adalah orang yang menangani bisnisnya ke marketing. Kemudian hacker adalah orang-orang ang berkecimpung di dunia IT seperti  web developer dan programmer.

“Untuk saat ini masih terpecah-pecah. Hacaker sendiri, hustler sendiri, hacker sendiri dan  hipster sendiri. Jadi, dengan adanya event ini ekosistem itu terkumpul. Bisa ada kolaborasi yang terjadi antara tiga komponen ini,” katanya. (nas)