Kembang Kuning, Desa Wisata Terbaik Tingkat Nasional

Lalu Sujian (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akhirnya dinobatkan sebagai desa wisata terbaik se Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil penilaian pada ajang lomba Desa Wisata tingkat nasional beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Kembang Kuning, H. Lalu Sujian saat dikonfirmasi via ponselnya, Kamis, 28 November 2019 menganggap menjadi juara terbaik adalah hal yang biasa-biasa saja.

Menjadi juara, harapannya bisa terus menjadi motivasi agar bisa menjadi desa yang lebih baik lagi, sehingga menjadi modal membangun desa yang lebih baik. Menurutnya, pembangunan desa dari segala bidang, tidak saja dari sektor pariwisata, termasuk juga dari sektor yang lain. “Kita kan tidak  bisa bergerak di pariwisata saja,” ucapnya.

Baca juga:  25 Desa Baru Tak Peroleh DD 2020

Pembangunan perekonomian ini juga penting dari sektor lain, seperti pengembagan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan menggerakkan sektor-sektor yang lainnya.

Khusus dari sektor wisata, kata Lalu Sujian bisa terus digerakkan, karena diyakini sangat bisa menjadi mensejahterakan masyarakat. Di mana semua elemen masyarakat di Desa Kembang Kuning saat ini bergerak dari jasa wisata.

Meraih juara pertama kata Lalu Sujian tidaklah lepas dari peranan seluruh masyarkat Desa Kembang Kuning. Tidak terkecuali, bimbingan dari Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy beserta dengan seluruh Organisasi Perangkat Derah (OPD) terkait yang sudah banyak membantu dalam pembangunan desa. Banyak OPD yang memberikan arahan petunjuk dan bantuan.

Baca juga:  Juarai Lomba Dewi Nusantara, Desa Kembang Kuning Diguyur Rp400 Juta

Bagi Kades Kembang Kuning, pasca mengantongi predikat juara justru yang merasa berat. Berat menanggung beban menjaga predikat juara tersebut agar tidak dicap buruk di belakang hari. “Mempertahankan gelar juara itu sangat, lebih berat menjaga gelar juara itu daripada memperoleh juara,” ucapnya.

Mengingat beban tersebut, Lalu Sujian mengaku justru tidak senang dengan gelar Juara terbaik nasional. Beban dan tanggungjawab sebagai desa terbaik harus bisa dijaga terus. (rus)