Tembus 50.000 Pelamar, Ini Formasi CPNS Paling “Laris” di Kejaksaan

Paryono (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Formasi untuk sopir dan penjaga tahanan tercatat paling banyak dibutuhkan Kejaksaan se-Indonesia. Kuota yang disediakan 1000 untuk penjaga tahanan dan jumlah yang sama untuk sopir.

Diakui Asisten Bidang Pembinaan (Asbin) Kejati NTB, Paryono, SH, MH, selama ini pihaknya kekurangan tenaga driver untuk kendaraan operasional. Seperti untuk mobil pengangkut tahanan atau untuk operasional kesekretariatan hingga pejabat. Cara mensiasati kekurangan ini,  sopir menggunakan tenaga jaksa.

Begitu juga pengawal tahanan. Kejati NTB dan jajaran Kejari merasakan kekurangan personel untuk mengawal para tahanan

“Jadi ini masalah seluruh Kejati di Indonesia, termasuk Kejati NTB dan jajaran Kejari. Makanya dalam pembukaan CPNS ini, paling banyak dicari adalah sopir dan pengawal tahanan,” kata Paryono.

Baca juga:  347 Pelamar CPNS Pemprov Ajukan Sanggahan

Sementara perkembangan jumlah pelamar secara online sudah mencapai 50.000 lebih pendaftar.  Pendaftaran secara daring (dalam jaringan) ini akan ditutup  Senin malam kemarin sekitar pukul 24.00 Wita. Paryono belum memastikan berapa pelamar dari NTB, karena sistem tidak membagi per wilayah.

Jumlah itu akan diketahui dari proses verifikasi berkas yang sudah dibuka sejak tanggal 20 November lalu. Berdasarkan catatan panitia seleksi CPNS dan seleksi  jaksa, ada penambahan pelamar yang memasukkan berkas. “Sampai siang ini (kemarin) ada 10  orang tamahan yang memasukkan berkas,” sebutnya. sehingga jumlah   pendaftar online yang sudah menyerahkan berkas untuk diverifikasi mencapai 26 orang.

Baca juga:  Dimulai 27 Januari, Pelaksanaan SKD CPNS Pemprov NTB

Dalam catatannya, Pengawal Tahanan kebutuhan pengawal tahanan untuk SLTA/SMA sederajat 1000 orang, Pengemudi Pengawal Tahanan SLTA/SMA Sederajat 1000 orang. Selanjutnya, Pranata Komputer S1 Komputer, Tehnik Informatika, Sistem Informasi sebanyak 533 orang. Auditor Pertama untuk S1 Ekonomi dan S1 Akutansi 130 orang. Arsiparis Pelaksana untuk DIII Kerasipan sebanyak 137 orang. Menurut Asbin, selebihnya adalah dokter spesialis berbagai penyakit, termasuk apoteker dan bidan. Sehingga jumlah total kebutuhan pegawai dan jaksa adalah 5.203 orang se Indonesia. (ars)