Jawaban Gubernur Soal Kelanjutan Rencana Jembatan Lombok-Sumbawa

Ilustrasi (Pembangunan Jembatan Lombok-Sumbawa) - (suarantb.com/pexels)

Taliwang (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah tak ingin gegabah mempercepat realisasi pembangunan jembatan penghubung Lombok-Sumbawa.

Menurutnya, jangan sampai keinginan besar menghadirkan jembatan yang akan menghubungkan kedua pulau di NTB itu dikerjakan secara serampangan. “Jangan sampai kita mau buat-buat saja tapi akhirnya tidak ada yang bisa kerjakan. Kan tidak mungkin kita pakai dukun membangunnya,” cetus gubernur saat menghadiri puncak Harlah Kabupaten Sumbawa ke-16, di Bentiu Taliwang, Rabu, 20 November 2019.

Saat ini Pemprov NTB telah membicarakan tawaran penyusunan FS pembangunan jembatan tersebut yang diajukan salah satu perusahaan asal Korea Selatan (Korsel).

Penawaran FS itu diajukan oleh DOHA, perusahan Korsel yang tergabung di bawah bendera Korindo Dr. Zul menyebutkan, penyusunan FS itu merupakan rangkaian tahapan upaya pemerintah untuk merealisasikan pembangungan jembatan Lombok-Sumbawa.

“Kita FS dulu ya sekarang,” sebutnya singkat.

Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, sejak awal Pemprov NTB sangat menyambut baik ide pembangunan jembatan penghubung Lombok-Sumbawa itu.

“Itu kan (ide) awalnya dari kita KSB. Nah ide ini muncul sekitar 2 tahun lalu dan provinsi dalam hal ini pak gubernur lewat Bappeda waktu itu menyambut baik,” katanya.

Hanya saja lanjut bupati, saat itu Pemprov NTB yang memiliki otoritas mengawal pembangunan jembatan tidak mempunyai anggaran memadai untuk membiayai FS jembatan Lombok-Sumbawa. Sebab anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp50 miliar lebih untuk FS paripurnanya.

“Saat itu pak gubernur bilang hanya punya anggaran Rp10 miliar. Nah tadi saya sama pak gubernur sudah ketemu dengan pihak DOHA lagi yang bersedia menyusun FS-nya dengan anggaran Rp10 miliar itu, dan gubernur sudah setuju. Nanti pak asisten yang akan dampingi DOHA ke provinsi mengajukan proposalnya itu. Besok atau lusa,” papar bupati.

Diungkapkan bupati, dengan dana Rp10 miliar itu, DOHA akan secara khusus menggarap penyusunan FS jembatan Lombok-Sumbawa khusus bagian teknisnya. “Hanya FS teknis saja ya. Tapi saya yakin kalau teknisnya menyatakan memang bisa dibangun, pasti sisi sosial ekonominya juga bagus,” klaim orang nomor satu di KSB ini.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda KSB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si membenarkan, adanya proposal yang diajukan pihak DOHA untuk menggarap FS jembatan Lombok -Sumbawa itu.

“Proposalnya sudah di tangan saya. Kalau tidak lusa atau paling lambat minggu depan saya akan antar ke provinsi,” sebutnya.

Meski kewenangannya di tangan provinsi, H. Amry menyatakan, Pemda KSB tetap akan memberi dukungan penuh demi terealisasinya pembangunan jembatan tersebut. “Kami kan yang memulai idenya. Tentu kami akan dukung penuh kalau provinsi mau membangunnya,” imbuhnya saat itu. (bug)