BMKG : Ada Daerah Belokan Angin di NTB

Ilustrasi sambaran petir (Sumber foto : piqsels)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB sedang dalam fase peralihan musim, dari kemarau ke musim hujan. Peringatan dini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), masyarakat disarankan waspada angin kencang dan petir.

‘’Hujan lebat yang disertai badai guntur/petir dan angin kencang dapat berpotensi terjadi di masa peralihan ini,’’ kata Prakirawan BMKG Praya, Levi Ratnasari. S.Tr kepada Suara NTB, Selasa, 19 November 2019.

Diingatkannya, ketika memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, kondisi cuaca menjadi tidak menentu.

Baca juga:  Banyak Rumah Rusak akibat Cuaca Buruk, BMKG Rilis Peringatan Dini

Pembentukan awan hujan dan awan Cumulonimbus  dapat terjadi sewaktu waktu. Masyarakat tetap waspada, tidak hanya angin kencang dan petir, juga gelombang tinggi di perairan.

Sementara berdasarkan pantauan dan analisis terkini kondisi dinamika atmosfer, dijelaskan Levi Lestari, terdapat pertemuan angin di Utara Laut Jawa.

Kondisi ini memicu daerah belokan angin di sebagian wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Sehingga mendukung pumpunan awan di wilayah tersebut, serta massa udara basah pada lapisan rendah terpantau diwilayah NTB.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

‘’Massa udara basah di Pulau Lombok bagian Utara, Tengah dan bagian Barat dan juga di wilayah Sumbawa bagian Barat dan sebagian wilayah Bima,’’ paparnya.

Kondisi tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan-awan hujan di sebagian wilayah NTB. ‘’Kondisi ini akan bertahan hingga dua hari ke depan,’’ katanya.

Sementara untuk gelombang tinggi diperkirakan mencapai 2 meter di Selat Lombok bagian Selatan, perairan Selatan Sumbawa dan Samudera Hindia bagian Selatan NTB. Namun kondisi gelombang masih aman untuk aktivitas penyeberangan. (ars)