Utsawa Dharma Gita (UDG) Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Sukses Digelar

Asisten I Setda NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih membuka secara resmi pelaksanaan UDG ke-XIV tingkat Provinsi NTB tahun 2019, pada Sabtu, 16 November 2019 ditandai dengan memukul kentongan bersama Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI dan Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB dan tamu lainnya.  (Suara NTB/ist)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) Ke-XIV Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019, yang dilaksanakan di STAHN Gde Pudja Mataram pada Sabtu, 16 November 2019 berjalan sukses.

Kegiatan yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi NTB berjalan semarak dan mendapatkan sambutan baik dari Pemerintah Provinsi NTB. UDG ke-XIV merupakan seleksi duta-duta NTB dalam mengikuti UDG Tingkat Nasional yang akan datang.

Gubernur NTB yang diwakili Asisten I Setda NTB, Dra.Hj.Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si membuka secara resmi pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019, pada Sabtu pagi pekan lalu di STAHN Gde Pudja Mataram dengan memukul kentongan bersama Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI dan Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB.

“Terima kasih dan selamat atas penyelenggaraan UDG Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019, dan berharap agar kegiatan ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Karena kegiatan ini mempunyai arti yang sangat penting dan mendalam bagi umat Hindu di NTB,” ujar Baiq Eva Nurcahyaningsih sekaligus membuka secara resmi kegiatan UDG ini.

Pembukaan UDG yang dimeriahkan tari dan lagu ini, sangat memukau para undangan lainnya sehingga walaupun terasa cukup panas di bawah terop, seluruh undangan mengikuti pembukaan kegiatan ini hingga selesai.

“Utsawa Dharma Gita adalah nyanyian suci keagamaan Hindu yang bersumber dari ajaran Weda yang mencerminkan, mengandung dan memiliki nilai-nilai Agama yang sangat tinggi dalam memberikan tuntunan pemahaman terhadap ajaran Hindu meliputi taqwa, susila dan upakara,” kata Baiq Eva Nurcahyaningsih.

Ditegaskannya, ajaran agama ini harus dihayati dan diamalkan dengan benar oleh para pemeluknya. Sehingga tercipta masyarakat atau umat beragama yang sabar akan makna kehidupan yang hakiki, yaitu berbuat kebaikan menuju perdamaian abadi. “Saya mengajak kita semua untuk mengamalkan ajaran agama yang kita anut dengan baik dan benar, salah satunya dengan cara menjalin kerukunan, harmoni dan bertoleransi antar umat beragama di NTB ini,” tambahnya.

Baiq Eva Nurcahyaningsih berharap melalui momentum UDG ini mampu menjadikan sebuah motivasi untuk menunjukkan hal yang terbaik bagi daerah. “Yakni meningkatkan apresiasi dan partisipasi kita dalam membangun daerah demi mewujudkan NTB yang gemilang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara I Gede Subrata melaporkan Kegiatan UDG Ke-14 Tahun 2019 adalah seleksi duta-duta NTB dalam mengikuti UDG Tingkat Nasional yang akan datang, sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran kitab suci Weda serta memperkokoh karakter bangsa untuk meningkatkan srada bakti dan ajaran Agama Hindu dalam bentuk Dharma Gita.

UDG ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019 diikuti oleh seluruh perwakilan dari Kabupaten dan Kota se-Provinsi NTB dengan delapan mata lomba. Termasuk satu mata lomba memeriahkan kegiatan ini, yaitu lomba seni penjor dengan 32 kategori lomba. Di antaranya membaca sloka, membaca palewakya, menghafal sloka, dharma wacana berbahasa Indonesia dan Inggris, nyanyian keagamaan Hindu serta lomba membaca kekawin atau wirama.

Dalam pelaksanaan UDG ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019, sebelum dibuka dan dilaksanakannya kegiatan ini, terlebih dahulu dikukuhkannya Dewan Juri oleh Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB, I Wayan Widra sebagai Ketua LPDG Provinsi NTB.

Acara pengukuhan Dewan Juri Utsawa Dharma Gita ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan UDG tersebut, sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Juri No. 410 Tahun 2019 tertanggal 30 Oktober 2019, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB melantik dan mengukuhkan Dewan Juri yang mempunyai wewenang memberikan penilaian dengan seadil-adilnya, profesional tanpa keberpihakan dan objektif.

Dalam pengukuhan tersebut, seluruh dewan juri Utsawa Dharma Gita Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019 berikrar akan memberikan penilaian seadil-adilnya, transparan, objektif tanpa keberpihakan. Dan akan bekerja dengan profesional, serta dapat dipertanggungjawabkan, serta berikrar untuk bekerja berlandaskan Panca Sradha dan Tri Kaya Parisudha.

Pada penutupan kegiatan UDG ke-IV, Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Ketut Widnya saat menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi UDG Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB di STAHN Gde Pudja Mataram, Sabtu (16/11) malam menyampaikan, di luar prediksinya UDG ke-XIV tingkat Provinsi NTB ini dinyatakan sangat semarak. ‘’Kesemarakan seperti ini perlu dipertahankan secara terus menerus. Agama yang dibalut dengan seni ini adalah merupakan keindahan,” tambahnya.

Selama dua hari dilaksanakan kegiatan dengan delapan mata lomba ini sudah menghasilkan juara yang akan mewakili Provinsi NTB pada UDG Tingkat Nasional tahun depan. Kota Mataram keluar sebagai Juara Umum setelah mengumpulkan 15 emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Diikuti oleh Kabupaten Lombok Barat dengan memperoleh 12 emas, 12 perak, dan 5 perunggu. Dan, juara umum ketiga diraih oleh kontingen asal Kabupaten Lombok Tengah dengan memperoleh 3 emas, 2 perak dan 11 perunggu.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Gde Suberata menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Instansi terkait, masyarakat, Tokoh Agama, terutama kepada seluruh Panitia atas konstribusi dan partisipasinya sehingga kegiatan UDG Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019 ini dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana.

Penutupan UDG Ke-XIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019 ini ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Dirjen Bimas Hindu Ketut Widnya yang ditaburi dentuman kembang api, dan diahiri dengan penyerahan hadiah bagi para juara. (ron/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.