Anugerah Penyiaran KPID NTB 2019 “Suara NTB” dan “Radio Global FM Lombok” Borong Enam Penghargaan

Penanggungjawab Harian Suara NTB/Direktur Radio Global FM Lombok H. Agus Talino saat sambutan setelah menerima penghargaan pada malam anugeran KPID 2019.

Mataram (Suara NTB)  Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok memborong enam penghargaan sekaligus dalam malam Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB 2019, Minggu, 17 November 2109. Penghargaan untuk karya jurnalistik dan siaran terbaik untuk kategori media cetak, online dan radio.

Penghargaan pertama  diterima Penanggungjawab Harian Suara NTB dan Direktur Radio Global FM Lombok, H. Agus Talino untuk Kategori Radio Program Dialog Interaktif Terbaik. Radio Global FM Lombok menyisihkan nominasi lainnya dengan program “Bincang Global”.

Divisi Marketing Radio Global FM Lombok, Putu Muliarta mewakili Radio Global FM Lombok menerima penghargaan untuk dua kategori karya jurnalistik radio terbaik.

Saat naik ke podium menerima plakat dan piagam, Agus Talino berharap penghargaan tersebut semakin memotivasi radio yang dipimpinnya untuk melahirkan karya-karya terbaik. “Semoga penghargaan ini memotivasi kami untuk terus berkarya,” kata Agus Talino.

Radio Global FM yang langganan meraih penghargaan ajang tahunan itu, pada malam Anugerah KPID 2019 menambah koleksi penghargaan setelah merebut juara untuk dua kategori karya jurnalistik radio terbaik. Masing masing terbaik kedua untuk karya jurnalistik pada kategori Mitigasi Bencana untuk NTB Gemilang, dengan judul tulisan “Rehab Rekon Berpacu dengan Waktu” yang ditulis editor Radio Global FM Lombok Zainudin Syafari.

Penghargaan berikutnya, untuk karya jurnalistik feature pada kategori Anugerah Jurnalistik NTB Gemilang. Penerima penghargaan diwakili Putu Muliarta, masing masing diserahkan oleh Kepala Diskominfotik I Gede Putu Aryadi dan Kepala BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik.

Korlipsus Suara NTB, Haris Mahtul menerima penyerahan penghargaan karya jurnalistik terbaik pertama dari Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik untuk kategori Mitigasi Bencana.

Sementara Harian Suara NTB merebut tiga penghargaan sekaligus. Koordinator Liputan Khusus (Korlipsus) Haris Mahtul meraih penghargaan terbaik pertama untuk kategori Mitigasi Bencana untuk NTB Gemilang, dengan karya jurnalistik “Pembangunan Berbasis Mitigasi untuk Visi NTB Tangguh Bencana”. Piagam dan plakat diserahkan Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran media yang berkontribusi mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.

Penghargaan terbaik lainnya diterima Mohammad Azhar. Koordinator Liputan (Korlip) Harian Suara  NTB dan Redpel pada suarantb.com ini menerima penghargaan untuk karya terbaik media online pada kategori Anugerah Jurnalistik NTB Gemilang. Tulisannya berjudul “Dari Teruwai ke Warsawa, Kisah Anak Desa Belajar Pariwisata” diganjar terbaik kedua yang diserahkan Karo Humas Setda NTB Najamuddin Amy. Pada kategori  yang sama, Muhammad Kasim meraih juara tiga dengan judul tulisan “Ikhtiar Pemkot Mataram Kurangi Sampah”. Tulisan yang berusaha menginspirasi dan mendorong suksesnya program Zero Waste  Pemprov NTB.

Korlip Suara NTB, Mohammad Azhar penghargaan terbaik dua pada kategori media cetak.

Hadir dalam malam anugerah itu, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Kepala Dinas Kominfotik NTB, I. Gede Putu Aryadi, Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, Najamuddin Amy, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Puluhan pemimpin dan crew  televisi dan radio negeri dan swasta juga hadir memeriahkan acara di Ballroom Hotel Lombok Raya Mataram itu.  Tahun ini lebih dinamis, karena pertama kalinya KPID melibatkan media cetak dan online.

Dalam sambutannya, Wagub meminta penyiaran publik harus membangun sinergi dalam mendukung program pemerintah. Sinergi ini diharapkan dapat memberi energi positif, terutama menginformasikan menyiarkan berita sehat dan positif.

Wartawan Suara NTB, Muhammad Kasim menerima penghargaan terbaik 3 kategori media cetak.

“Pemda dapat memanfaatkan penyiaran publik untuk mendukung program pemerintah,” kata Wagub.

Ia menambahkan, radio dan televisi memiliki peran strategis di tengah maraknya penguasaan teknologi informasi oleh masyarakat.

Dicontohkan, dalam keseharian seseorang memang banyak memegang ponsel pintar. Kendati demikian, dinamika tersebut tidak menyisihkan radio dan televisi yang memiliki penyiar legendaris yang membuat penonton dan pendengar rindu. “Radio dan TV akan seterusnya penting untuk kesuksesan NTB Gemilang,” pujinya.

Wagub melihat keberhasilan program Pemprov NTB baik itu rehab-rekon pasca gempa tidak terlepas dari peran media. Sehingga beralasan BPBD Provinsi NTB memberikan support penuh kegiatan tersebut, termasuk melalui lomba karya jurnalistik.

Sementara Ketua KPID NTB, Yusron Saudi mengatakan,  yang berkesan di Anugerah Penyiaran tahun 2019 adalah  antusiasme tinggi lembaga penyiaran. Buktinya, hampir seluruh lembaga penyiaran di NTB mengirimkan karyanya.

Pada malam puncak anugerah kemarin,  pihaknya berusaha untuk memberi ruang kepada masyarakat dengan menyajikan siaran langsung di televisi lokal dan relay ke seluruh radio di NTB.

“Agar masyarakat merasakan manfaat dari adanya lembaga penyiaran. Kami juga berharap masyarakat di NTB semakin melek dengan media dan cerdas menjadi konsumen media,” jelasnya. Disadarinya, masih ada kekurangan  karena alokasi anggaran yang  dirasakannya belum memadai, tapi tak mengurangi semangat untuk mensukseskan kegiatan.

Beberapa rangkaian acara yang digelar untuk memeriahkan rangkaian acara, diantaranya Akademisi Presenter, Media Gathering, Broadcast Quiz, Lomba Mewarnai, dan Malam Puncak Anugerah Penyiaran KPID Award 2019. (ars)