Penyiaran Publik Harus Beri Energi Positif

Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah  (Suara NTB/ars)

WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, pemerintah daerah dan penyiaran publik harus membangun sinergi dalam mendukung program pemerintah. Sinergi ini diharapkan dapat memberi energi positif, terutama menginformasikan menyiarkan berita sehat dan positif.

‘’Pemda dapat memanfaatkan penyiaran publik untuk mendukung program pemerintah,’’ kata Wagub dalam sambutan pada anugerah penyiaran KPID, Minggu, 17 November 2019.

Wagub menambahkan, radio dan televisi memiliki peran strategis di tengah maraknya penguasaan teknologi informasi oleh masyarakat. Dicontohkan, dalam keseharian seseorang memang banyak memegang handpohe. Dengan dinamika tersebut tidak kalah juga radio dan televisi memiliki penyiar legend, sehingga pendengar rindu.

Oleh karena itu, antara pemerintah dan penyiaran publik harus membangun sinergi. Radio dan televisi menjadi instrumen penting. ‘’Radio dan TV akan seterusnya penting untuk kesuksesan NTB Gemilang,’’ tandasnya.

Wagub melihat keberhasilan program Pemprov NTB baik itu rehab – rekon pascagempa tidak terlepas dari program lembaga penyiaran. Untuk mempromosikan keindahan Lombok yang dikesankan sebagai surga dunia oleh orang luar penyiaran publik memiliki peran. Oleh karena itu, keindahan Lombok harus dijaga dengan kondusivitas dan keamanan.

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi mengatakan, lembaga penyiaran publik memiliki konstribusi dalam keberhasilan program di NTB.

Sebelum puncak Anugerah Penyiaran, KPID NTB menyelenggarakan kegiatan media gathering, mengumpulkan penyiar legend, lomba mewarnai bersama Global FM Lombok. ‘’Siaran langsung satu setengah jam oleh penyiar legend sampai pendengar mau dengar musik,’’ katanya. (cem)