Aktivitas Kegempaan Mengecil, Warga NTB Diimbau Tetap Waspada

Ardhianto Septiadhi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Hingga pekan kedua November 2019, aktivitas kegempaan di NTB terus mengecil, intensitasnya pun menurun. Dua gempa yang paling dirasakan, terjadi di Bima dan Bali. Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tetap mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan.

Pada infografis BMKG,  seismisitas atau aktivitas kegempaan periode minggu kedua November jumlah kegempaan 155 kejadian. Meski cukup banyak, namun kekuatannya relatif kecil.  Kekuatan gempa terbanyak dengan kurang dari skala atau magnitudo 3.

Baca juga:  Wapres : Rehab-Rekon di NTB Harus Tertangani Tuntas

“Artinya, gempanya kecil dengan kedalaman dangkal,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi, Jumat, 15 November 2019.

Di antara kejadian itu, hanya terdapat 2 gempa yang dirasakan. Baru baru ini  di Utara Bali dan Bima. “Sehingga total aktivitas tertinggi dalam Minggu kedua ini pada tanggal 14 tercatat 61 kejadian,” kata Ardhianto.

Baca juga:  Wapres : Rehab-Rekon di NTB Harus Tertangani Tuntas

Ia menambahkan, informasi itu disampaikannya bertujuan untuk kesiapsiagaan masyarakat, sehingga masyarakat sadar sedang tinggal di daerah dengan kegempaan yang aktif.  “Sehingga tidak perlu panik, namun menjadi masyarakat yang siap ketika bencana gempa bumi terjadi,” tandasnya. (ars)