Umur Lampaui 35 Tahun, Pelamar Lulus ‘’Passing Grade’’ 2018 Tak Bisa Ikut Seleksi CPNS 2019

Fathurrahman. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Para pelamar yang lulus passing grade  Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tahun 2018 yang umurnya melebihi 35 tahun pada rekrutmen CPNS tahun ini terpaksa  harus gigit jari. Pasalnya, mereka tidak akan bisa ikut seleksi CPNS 2019 karena persoalan umur yang melebihi usia maksimal 35 tahun saat mendaftar,  sesuai persyaratan umum seleksi penerimaan CPNS 2019.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 14 November 2019 menjelaskan bahwa pelamar lulus passing grade dalam rekrutmen CPNS 2018 atau yang disebut P1/TL tetap mengikuti persyaratan umum dalam seleksi penerimaan CPNS 2019. Dari 16 persyaratan umum penerimaan CPNS 2019, salah satunya tentang persyaratan umur. Di mana, usia pelamar minimal 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar.

‘’Dia (P1/TL) harus mengikuti umur sesuai persyaratan sekarang. Persyaratan umur tetap berlaku. Dia terikat dengan itu. Ketika dia lebih (umurnya), tidak bisa ikut seleksi,’’ jelas Fathurrahman. Kecuali, untuk pelamar P1/TL yang masuk kategori formasi dokter spesialis. Di mana, umur pelamar maksimal 40 tahun saat mendaftar.

Dijelaskan, dalam Permenpan RB No.23 Tahun 2019 telah diatur. Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK)  yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018. Dan dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya.

Baca juga:  Pelamar CPNS yang TMS akan Diluluskan

Instansi selanjutnya melakukan seleksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan administrasi maka dapat digugurkan.

Fathurrahman menjelaskan, sistem SSCASN BKN akan menampilkan data pelamar P1/TL tersebut mencakup jenis formasi yang dilamar, kualifikasi pendidikan, nilai SKD Tahun 2018, status masuk atau tidak pada 3 (tiga) kali formasi pada jabatan yang dilamar. Dan status lulus atau tidak sampai dengan tahap akhir pada seleksi CPNS tahun 2018.

Pelamar dari P1/TL memilih jabatan dan jenis formasi yang akan dilamar. Secara sistem, nilai SKD tahun 2018 sah digunakan oleh pelamar apabila nilai SKD tahun 2018 memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk jabatan dan jenis formasi yang akan dilamarnya. Kemudian, kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 harus sama dengan kualifikasi pendidikan yang telah digunakan pada saat pelamaran tahun 2018.

Selain itu, pelamar dari P1/TL harus memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun 2019 pada sistem SSCASN. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk mengikuti SKD Tahun 2019, kemudian tidak mengikuti SKD, dinyatakan gugur.

Baca juga:  Tak Hadiri Pemeriksaan, Pelamar CPNS Pemprov Penyandang Disabilitas Langsung Gugur

Sedangkan bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018. Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan nilai SKD Tahun 2019.

Lebih lanjut dikatakan, apabila nilai SKD Tahun 2019 tidak memenuhi nilai ambang batas/passing grade, maka nilai yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018. Nilai SKD peserta P1/TL akan diperingkat dengan nilai SKD dari peserta Seleksi CPNS Tahun 2019 lainnya yang memenuhi nilai ambang batas/passing grade pada jenis formasi dan jabatan yang dilamar untuk menentukan peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali formasi berdasarkan peringkat tertinggi.

Dalam rekrutmen CPNS tahun lalu, untuk Pemprov NTB, ada 29 peserta CPNS 2018 yang P1/TL. Tersebar untuk sejumlah formasi seperti guru matematika, guru fisika, guru kimia, perawat, apoteker, nutrisionis, pranata laboratorium kesehatan, guru teknik instalasi tenaga listrik, radiografer, asisten apoteker dan bidan. (nas)