NTB Tawarkan Insentif Tarik Minat Dokter Spesialis Daftar CPNS 2019

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Berbagai upaya dilakukan pemerintah agar formasi dokter spesialis terisi dalam penerimaan CPNS 2019. Selain usia pelamar untuk enam jabatan tertentu maksimal menjadi 40 tahun, pemerintah juga menawarkan insentif bagi dokter spesialis agar mereka mendaftar pada seleksi penerimaan CPNS 2019.

Dalam rekrutmen CPNS 2018 lalu, 37 formasi dokter spesialis Pemprov NTB tidak terisi. Lantaran, pada waktu itu, umur maksimal pelamar untuk formasi dokter sama dengan formasi lainnya, yakni 35 tahun. Namun, dalam rekrutmen tahun ini, Presiden Jokowi telah menerbitkan  Keppres No.17 Tahun 2019 menetapkan enam jabatan tertentu yakni dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti dan perekayasa dengan batas usia pelamar CPNS paling tinggi 40 tahun.

‘’Umur maksimal 35 tahun yang bikin tak terisi (formasi dokter spesialis) kemarin. Sekarang batas umur naik jadi 40 tahun. Alhamdulillah, permintaan kita dipenuhi sekarang maksimal usianya 40 tahun. Insya Allah kita dapat (formasi dokter spesialis terisi),’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, M.PH dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 14 November 2019.

Dengan perubahan usia maksimal pelamar untuk formasi dokter spesialis, Eka optimis akan banyak pelamar dalam CPNS 2019. Ia mengatakan, rata-rata dokter spesialis yang ada saat ini di lingkup Pemprov NTB merupakan tenaga kontrak.

Terkait minimnya minat dokter spesialis menjadi PNS, Eka mengatakan hal itu menjadi tantangan bagi Pemda. Untuk menarik minat dokter spesialis menjadi PNS, Pemprov akan memberikan insentif kepada dokter maupun dokter spesialis yang bertugas di daerah-daerah tertentu.

Dikatakan, jumlah dokter spesialis masih sangat kurang di NTB, baik provinsi dan kabupaten/kota. Jangankan dokter spesialis, jumlah dokter umum juga masih kurang. Eka mengatakan, dari 10 kabupaten/kota di NTB, baru Kota Mataram yang sudah terpenuhi jumlah dokter umum.

Sesuai standar, satu orang dokter di suatu daerah melayani 10.000 jiwa. Sedangkan untuk dokter spesialis, tergantung kelas rumah sakit. Semakin tinggi kelas rumah sakit,  maka jumlah dokter spesialis juga harus semakin banyak.

Diketahui, dari 414 formasi CPNS Pemprov NTB 2019, sebanyak 101 formasi untuk  tenaga kesehatan.  Dari 101 formasi, sebanyak 33 jenis jabatan yang dicari. Antara lain, apoteker 6 formasi, bidan 3 formasi, dokter 6 formasi, dokter gigi 4 formasi, dokter spesialis kandungan 5 formasi, dokter spesialis anak 3 formasi, dokter spesialis anestesi 1 formasi, dokter spesialis bedah 1 formasi.

Kemudian, dokter spesialis bedah syaraf 1 formasi, dokter spesialis jantung 1 formasi, teknisi elektromedis 1 formasi, dokter spesialis kulit dan kelamin 1 formasi, dokter spesialis mata 1 formasi, dokter spesialis paru 1 formasi, dokter spesialis patologi anatomi 1 formasi, dokter spesialis penyakit dalam 2 formasi.

Selanjutnya, dokter spesialis radiologi 2 orang, dokter spesialis rehabilitasi medik 1 formasi, dokter spesialis syaraf 2 formasi, dokter spesialis THT 1 formasi, dokter spesialis urologi 1 formasi, perawat Ners 33 formasi, pranata laboratorium kesehatan 6 formasi, psikologi klinis 5 formasi, sanitarian 2 formasi, administrator kesehatan 1 formasi, entomologi kesehatan 1 formasi, fisikawan medis 1 formasi, fisioterapis 1 formasi, nutrisionis 2 formasi, perekam medis 1 formasi, radiografer 1 formasi dan teknis elektrimedis 2 formasi. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.