Pemda Loteng dan Sumbawa Diburu Pelamar CPNS

Salah seorang warga yang akan mengikuti CPNS menanyakan syarat pendaftaraan untuk SSCPNS 2019 di Kantor BKD NTB (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Hari keempat pembukaan pendaftaran CPNS 2019 di NTB, jumlah pelamar sudah menembus 1.412 orang. Instansi Pemda Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan Kabupaten Sumbawa paling banyak diburu para pelamar di NTB.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Yus Harudian Putra, S. STP menyebutkan, total pelamar hingga Kamis, 14 November 2019 pukul 17.48 Wita sebanyak 1.412 orang. Paling banyak pelamar di Pemda Loteng sebanyak 310 orang dan Pemda Kabupaten Sumbawa 294 orang.

Kemudian, instansi Pemda terbanyak ketiga adalah Pemda Kabupaten Bima sebanyak 207 pelamar, Kota Mataram 147 pelamar, Lombok Timur 137 pelamar, Pemprov NTB 121 pelamar, Lombok Utara 74 pelamar, Lombok Barat 45 pelamar, Sumbawa Barat 39 pelamar dan Kota Bima 38 pelamar. Hingga hari keempat, hanya Pemda Kabupaten Dompu yang belum ada pelamar yang mendaftar.

Yus merincikan jumlah pelamar sejak hari pertama sampai hari keempat pembukaan pendaftaran di 11 Pemda di NTB. Pada hari pertama, tidak ada pelamar yang mendaftar. Barulah pada hari kedua, sebanyak 194 pelamar yang mendaftar.

Kemudian pada hari ketiga, jumlah pelamar sebanyak 853 orang. Dan hari keempat, sebanyak 365 pelamar yang mendaftar. Sehingga total pelamar yang mendaftar hingga hari keempat sebanyak 1.412 orang pelamar. Pendaftaran CPNS di NTB akan dibuka sampai 25 November mendatang untuk beberapa Pemda yang sudah mulai membuka pendaftaran pada 11 November lalu. Sedangkan Pemprov NTB, pendaftaran akan dibuka sampai 26 November 2019.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memberikan 3.204 formasi CPNS 2019  untuk Pemprov NTB dan 10 Pemda kabupaten/kota.

Dari kuota formasi CPNS yang diperoleh Pemprov dan 10 kabupaten/kota di NTB. Lombok Timur tercatat paling banyak memperoleh kuota formasi CPNS 2019. Kabupaten dengan penduduk paling banyak di NTB itu memperoleh kuota 482 formasi CPNS. Terdiri dari tenaga pendidikan 273 formasi, tenaga kesehatan 152 formasi dan tenaga teknis 57 formasi.

Kemudian disusul Lombok Tengah, memperoleh kuota 479 formasi CPNS. Dengan rincian, tenaga pendidikan 252 formasi, tenaga kesehatan 177 formasi dan tenaga teknis 50 formasi. Pemprov NTB merupakan Pemda ketiga yang memperoleh kuota formasi CPNS 2019 terbanyak, yakni 414 formasi. Terdiri dari tenaga pendidikan 234 formasi, tenaga kesehatan 101 formasi dan tenaga teknis 79 formasi.

Selanjutnya, Kabupaten Sumbawa memperoleh 342 formasi. Terdiri dari tenaga pendidikan 212 formasi, tenaga kesehatan 96 formasi dan tenaga teknis 34 formasi. Kota Mataram memperoleh 275 formasi. Dengan rincian, tenaga pendidikan 177 formasi, tenaga kesehatan 76 formasi dan tenaga teknis 22 formasi.

Kemudian, kata Fathurrahman, Kabupaten Dompu memperoleh 249 formasi. Terdiri dari tenaga pendidikan 120 formasi, tenaga kesehatan 103 formasi dan tenaga teknis 26 formasi. Kabupaten Bima memperoleh 241 formasi CPNS. Terdiri dari tenaga pendidikan 163 formasi, tenaga kesehatan 36 formasi dan tenaga teknis 42 formasi.

Lombok Barat memperoleh 205 formasi. Terdiri dari tenaga pendidikan 139 formasi, tenaga kesehatan 58 formasi dan tenaga teknis 8 formasi. Kota Bima memperoleh 175 formasi dengan rincian tenaga pendidikan 45 formasi, tenaga kesehatan 10 formasi dan tenaga teknis 120 formasi. Terakhir, Kabupaten Sumbawa Barat memperoleh 105 formasi. Dengan rincian, tenaga pendidikan 26 formasi, tenaga kesehatan 35 formasi dan tenaga teknis 44 formasi.

Terkait pelaksanaan seleksi CPNS 2019, Inspektorat meminta Tim Seleksi (Timsel) Penerimaan CPNS Pemprov NTB memberikan atensi khusus pada tahapan pemberkasan. Tujuannya, meminimalisir potensi-potensi kekeliruan, kesalahan maupun mencegah ketidakpercayaan publik dalam penyelenggaraan seleksi CPNS 2019.

“Inspektorat menyarankan agar tahapan-tahapan ini disiapkan petunjuk pelaksanaannya. Apa yang menjadi wilayah provinsi eperti pemberkasan. Jangan sampai orang berkasnya lengkap ternyata tidak terberkas,” kata Inspektur Inspektorat NTB,  Ibnu Salim, SH, M. Si.

Untuk pelaksanaan rekrutmen CPNS 2019, gubernur telah membentuk Timsel yang terdiri dari Inspektorat, Satpol PP, Dinas Dikbud, Dinas Kesehatan, dan Polda. Selain itu, proses seleksi CPNS 2019 juga akan diawasi oleh BPKP dan Ombudsman.

Menurut Ibnu, apa yang menjadi kewenangan Pemda harus benar-benar diatensi. Seperti tahapan pemberkasan pelamar. Kekeliruan atau kesalahan dalam pemberkasan harus benar-benar diminimalisir agar tidak terjadi komplain atau sanggahan dari pelamar.

‘’Mana menjadi bagian (kewenangan) pemerintah provinsi. SOP-nya, pendaftaran tahap I, tahap II ke mana. Setelah pelamar melengkapi berkas lalu ke mana. Ini harus dilengkapi SOP-nya,’’ katanya.

Inspektorat, kata mantan Penjabat Bupati Lombok Tengah ini, melakukan supervisi atas pelaksanaan tahapan penyelenggaraan penerimaan CPNS lingkup Pemprov NTB. Inspektorat akan memantau akuntabilitas pelaksanaannya. Mulai dari tahapan pendaftaran secara online, proses pemberkasan sampai pelaksanaan tes.

Untuk mencegah kekeliruan dan kesalahan dalam pemberkasan, Ibnu meminta BKD berkonsultasi ke pusat kaitan dengan persyaratan-persyaratan yang masih diperdebatkan. Misalnya kualifikasi pelamar, kesetaraan ijazah dan sebagainya.

‘’Itu perlu dikonsultasikan untuk meminimalisir persoalan-persoalan di lapangan dalam penerimaan CPNS. Saya juga menyarankan dibentuk desk pengaduan atau layanan informasi,’’ sarannya.

Sementara itu, Kepala BKD NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si mengatakan, untuk pemberkasan dokumen para pelamar. Pihaknya melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudaaan (Dikbud). Selain itu, pihaknya juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dikes) kaitan dengan Surat Tanda Register (STR) yang menjadi persyaratan wajib bagi pelamar untuk formasi tenaga kesehatan.

Fathurrahman menjelaskan, dalam rekrutmen CPNS tahun ini juga diberikan masa sanggah selama 10 hari. Para pelamar yang tidak lolos seleksi administrasi diberikan waktu selama 3 hari menyampaikan sanggahan ke Timsel. Kemudian Timsel punya waktu 7 hari untuk memberikan jawaban atas sanggahan dari para pelamar. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.