Peringati Maulid, Ini Seruan TGB

Ketua Umum Dewan Tanfidziyah PBNW, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan pengajian dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di GOR YPH-PPD NW Pancor, Rabu, 13 November 2019. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Ketua Umum Dewan Tanfidziyah PBNW, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, mengingatkan kepada para santri untuk selalu menanamkan jiwa perjuangan. Menjadi santri yang berbakti, berjuang untuk NW, agama nusa dan bangsa dan mengawali perjuangan dengan niat yang baik.

Hal itu disampaikan TGB (sapaan akrab TGH,M,Zainul Majdi)  dalam peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) NW Pancor, Rabu, 13 November 2019. Dikatakannya, memperingati maulid merupakan kesempatan bagi kita semua untuk belajar akhlak yang baik dan meneladani sifat Nabi Muhammad SAW.

Mantan Gubernur NTB dua periode ini mengingatkan, bahwa di masa yang akan datang akan banyak hal yang kita jumpai. Maka dari itu, sudah sepatutnya ditumbuhkan semangat juang yang merupakan cermin pada masa sekarang dalam menuntut ilmu dan malam-malam harus diisi dengan qiyamulail dan dipergunakan untuk beribadah. ‘’Apabila terbiasa menjalankan ibadah malam. Maka akan terbiasa menghadapi tantangan hidup dan perjuangan,’’pesannya.

Untuk itu, semangat menjadi santri harus tetap dijaga meskipun zaman terus berkembang. Di samping itu, ilmu dari seorang guru akan terus mengalir apabila murid-muridnya terus menyebarkan ilmu yang didapatkan dan mendapat keberkahan. Ditegaskan TGB, semua perjuangan harus dimulai dengan benih-benih kebaikan. Apabila berbicara tentang perjuangan maka mulailah dari hal-hal kecil. Jangan takut pergi ke tempat jauh, kebutuhan kepada da’iyyah tidak kurang dari pada kebutuhan kepada da’i.

Setelah mempelajari semua di madrasah, jangan menjadi orang yang tidak berani keluar dari rumah dalam menyebarkan ilmu kebaikan. ‘’Maka kalau bukan kita yang mengisi tempat-tempat itu maka tempat itu akan diisi oleh orang-orang yang tidak memahami agama,’’ kata TGB.

Para guru mengajarkan ilmu bukan hanya untuk kita sendiri tetapi agar ilmu itu berguna bagi sebanyak-banyak manusia. Rasulullah SAW menyampaikan, ada 7 amal yang pahalanya terus mengalir sampai mati. Salah satunya yakni ilmu yang diajarkan maka ilmu itu akan terus mengalirkan pahala kalau murid muridnya terus menyampaikan ilmu-ilmu itu. ‘’Kalau kita tidak menyebarkan ilmu itu maka sungguh kasihan ilmu kita. Konsep ilmu itu adalah semakin disebarkan semakin bertambah,’’ ujarnya.

Jangan melihat hasil akhir yang di peroleh oleh seseorang tapi lihat pula proses bagaimana seseorang itu bisa memberoleh hal itu sehingga ia bisa mencapai kesuksesan dan dikenang sampai sekarang. Contohnya seperti Almagfurullah, kita hanya bisa mengagumi beliau dan karya-karyanya tapi kita tidak pernah melihat bagaimana prosesnya? Kata TGB, Almagfurullah selalu tanamkan rasa tekun, sabar, ikhlas, dan istiqomah. Jangan harap menjadi seperti Almaghfurlah kalau tidak mengikuti cara beliau.

Jangan memikirkan hal-hal lain dan mengerjakan hal yang menghilangkan modal terbesar kita sebagai penuntut ilmu. Rasulullah berhasil mencapai kesuksesan meskipun dakwahnya tidak lama, yakni berhasil merubah peradaban dunia. Yang Rasulullah lakukan di Madinah hanya 4 yakni, membuat masjid, pasar, menyatukan aus dan khazraj, dan membuat piagam Madinah.

Semua itu didapatkan karena fokus pada tujuan dan tidak semua dikerjakan, dan memperoleh hasil yang tidak diperoleh oleh orang lain. “Cari sahabat yang bisa menambah kebaikan kita, yang bermanfaat untuk ilmu, ibadah atau kebaikan apapun itu supaya kita bisa mencontoh kebaikan itu, Ulama mengatakan, sebaik-baik teman duduk saat ini adalah kitab,’’pesan TGB. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.