Kanwilkum HAM Buka 4.598 Lowongan Sarjana dan SMA/Sederajat

Ilustrasi Seleksi CPNS (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pada proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) membuka 4.598 lowongan. Jatah CPNS disediakan untuk sarjana dan SMA sederajat. Dalam seleksi ini  akan diawasi ketat tim internal melibatkan Ombudsman RI Perwakilan NTB.

Kakanwil Kemenkum HAM NTB, Andi Dahrif Rafie menyebut, lowongan untuk 4.598 CPNS itu sudah dibuka. Sistem dan proseduralnya masih sama seperti tahun tahun sebelumnya, yakni melalui Computer Assistant Test (CAT) hingga Kesemaptaan.

‘’Ini untuk lowongan S1 dan SMA. Tapi rinciannya belum. Termasuk khusus untuk NTB belum, nanti kita sampaikan setelah ada,’’ ujarnya, Selasa, 12 November 2019.

Formasi akan segera diumumkan pihaknya. Namun sebelum itu, ia berkoordinasi dan meminta Ombudsman NTB turut mengawasi.

Baca juga:  Tembus 50.000 Pelamar, Ini Formasi CPNS Paling “Laris” di Kejaksaan

“Ini inisiatif kami untuk hubungi Ombudsman untuk hindari calo. Termasuk pers juga, silakan awasi kami,” tandasnya.

Ia mengingatkan kepada masyarakat khususnya calon pelamar, jangan percaya pihak-pihak yang mengaku bisa meloloskan dalam tahap seleksi administrasi hingga kelulusan. Apalagi mengarah pada permintaan uang, sebab menurutnya sudah mengarah ke penipuan.

‘’Pesan saya, ini sistemnya sudah beda.  Jangan melalui  calo, jangan lewat orang lain. Ikut saja prosedur,’’ pesannya.

Dalam pertemuan pihak Ombudsman dengan Kanwil Kemenkum HAM  Selasa, 12 November 2019 siang itu, salah satunya disepakati dibentuk mekanisme pengawasan dari eksternal.

“Kepentingan Ombdusman di sini, ingin memastikan hak masyarakat untuk mengabdi sebagai ASN tidak dihalang-halangi  karena ada kolusi dan nepotisme,’’ kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB Adhar Hakim, Selasa siang.

Pengawasan proses seleksi CPNSD sudah berlangsung sejak  tiga tahun terakhir. Adhar Hakim memastikan, sistem komputerisasi dengan pola CAT efektif untuk mencegah praktik percaloan.  Pada sejumlah kesempatan prajabatan CPNS  yang lulus, ia mendapati banyak dari kalangan menengah ke bawah. Dalam sebuah testimoni, diantara yang lulus adalah anak pedagang rokok dan petani. Mereka awalnya pesimis ingin ikut seleksi, padahal punya kemampuan dan kecerdasan secara akademik. ‘’Tapi setelah memastikan prosesnya sangat sistematis dengan CAT, mereka percaya diri ikut dan buktinya lulus,’’ tegas Adhar Hakim.

Baca juga:  Calo Mengintai Pemburu CPNS

Artinya, lanjut dia, proses seleksi sudah berjalan fair dan transparan. Semua kalangan  dari berbagai latarbelakang punya kesempatan untuk ikut seleksi, bahkan punya peluang sama untuk lulus.

 ‘’Intinya sudah mulai on the track. Sistem CAT ini bisa minimalisir kecurangan. Buktinya procedural system jalan, dan output – nya jalan ,’’ tandasnya. (ars)