Krusial, Penyiapan Infrastruktur Dasar Air Bersih di Kawasan Samota

Wedha Magma Ardhi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB menilai penyiapan infrastruktur dasar air bersih sangat krusial di Kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota). Sedangkan pembangunan infrastruktur jalan sudah mulai diintervensi oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR.

‘’Yang paling krusial di Samota adalah air bersih. Kalau jalan kan sudah. Air bersih yang krusial. Tapi kita bicarakan dengan kementerian,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M. TP dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 7 November 2019.

Pembangunan infrastruktur air bersih, kata Ardhi memang perlu dilakukan untuk menarik investor menanamkan modalnya di kawasan Samota. Pasalnya, potensi yang disimpan kawasan Samota sangat besar.

Ia menyebut berdasarkan hasil hitung-hitungan Tim Percepatan Investasi Kawasan Samota yang dipimpin Ir. H. Badrul Munir, MM bahwa nilai enam komoditas perikanan di Samota mencapai Rp10,252 triliun setahun. Itupun masih dijual dalam bentuk barang mentah. Apabila dilakukan pengolahan, maka nilai tambahnya akan semakin besar.

Baca juga:  Pemprov Ajak Loteng Bahas Bendungan Mujur

Potensi kawasan Samota,  masih belum dikelola maksimal. Saat ini baru 45 persen potensi kawasan Samota  yang dikelola. ‘’Bayangkan hasil enam komoditas perikanan Rp10,252 triliun. Belum sektor lainnya. Memang di sana itu untuk pengembangan pariwisata dan perikanan,’’ katanya.

Untuk mempercepat pengembangan kawasan

Samota, Pemprov akan masuk lewat pintu pengembangan pariwisata. Pemprov sedang memproses usulan pembentukan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Samota ke pemerintah pusat.

Menurutnya, pintu masuk mengembangkan Samota lewat pariwisata merupakan strategi yang paling cepat. Dengan adanya badan otorita, maka akan menjadikan kawasan tersebut semakin menarik bagi investor. Jika ada badan otorita, maka pengembangannya seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Menurutnya, NTB punya modal yang cukup besar masuk lewat pintu pariwisata dalam pengembangan Samota.  Karena kawasan Samota, yakni Tambora sudah ditetapkan menjadi cagar biosfer dunia. Selain itu, Pulau Moyo juga akan segera ditetapkan menjadi taman nasional. Selanjutnya, Tambora juga sedang diusulkan menjadi geopark dunia.

Baca juga:  Pemprov Ajak Loteng Bahas Bendungan Mujur

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat sejumlah investor sudah mulai masuk di Kawasan Samota. Seperti yang sudah operasional, PT. Bali Seafood Internasional yang mendirikan industri perikanan. Kemudian PT. Hanson Samudra In, PT. Sukses Mantap Sejahtera yang membangun pabrik gula pasir.

Sedangkan beberapa investor lainnya banyak yang sudah masuk tetapi tidak pernah menyampaikan Laporan Keterangan Penanaman Modal (LKPM). Seperti PT. Sumbawa Aspara Beton, PT. Autore Culture, PT, Sumbawa Aspara Belayan, PT. Sanggar Agro Karya Persada, PT. Sentra Satwatama Indonesia. (nas)