50 Kelompok Bank Sampah Diperiksa Inspektorat

Syawaluddin (Suara NTB/ars) 

Mataram (Suara NTB) – Sedikitnya 50 kelompok bank sampah diperiksa Inspektorat sejak dua pakan lalu. Mereka diklarifiikasi terkait dan hibah yang disalurkan PT. Bank Sampah Bintang Sejahtera dalam program NTB Zero Waste.

Dalam proses audit, tim Inspektorat yang turun ke lapangan ditemani langsung manajemen Bank Sampah. Satu per satu kelompok penerima disasar dan dimintai keterangan hingga tuntas ke 50 kelompok penerima.

‘’Untuk audit lapangan sudah yang 2018. Sudah selesai yang 50 kelompok,’’ sebut Direktur PT Bank Sampah Bintang Sejahtera Syawaluddin menjawab Suara NTB, Kamis, 7 November 2019. Diketahui, nilai bantuan tahun anggaran 2018 mencapai Rp 1,5 miliar semua kelompk tersebut.

Baca juga:  Wujudkan Zero Waste; Siapkan Fasilitas Pendukung hingga Belajar ke Swedia

Dalam proses audit ini, rupanya Inspektorat menyasar bantuan tahun 2019. Nilai anggaran yang disalurkan mencapai Rp2,5 miliar.

‘’Untuk program 2019 yang masih sedang berjalan (audit), baru di dua kabupaten, Lobar dan Loteng,’’ tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Syawaluddin mengklarifikasi

tudingan indikasi masalah dengan modus bantuan fiktif, sebagaimana yang dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Ditegaskannya, item bantuan peralatan, sarana dan prasana, termasuk dana  pembinaan sudah tersalurkan sesuai mekanisme dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB. Program pembinaan ke seluruh kelompok ini masih terus berjalan.

“Bank sampah yang 50 (kelompok), Alhamdulillah masih berjalan dan bahkan mengembangkan pelatihan dan pendampingan bagi kelompok dan komunitas lainya untuk mendirikan bank sampah,’’ jelasnya.

Baca juga:  Dari Komunitas Sabisa dan Saber Sampah Menuju Sumbawa ‘’Zero Waste’’

Dipastikan Syawaluddin, bank sampah bahkan hingga kini berkembang. Dia juga menyarankan agar klarifikasi langsung kepada para ketua kelompok agar mendapatkan informasi detail soal bantuan yang disalurkan.

Di tingkat masyarakat saat ini, sambung dia,  kesadaran dan kemampuan pengolahan sampah sudah berkembang melalui komunitas Bank Sampah.

 ‘’Salah satu kekuatan kunci itu adalah kekuatan kolaborasi antarsektor. Saling mendukung satu sama lain untuk sama-sama  kita jaga kebersihan rumah besar kita yang bernama NTB ini,’’ pungkasnya. (ars)