Perdana, Kapal Pesiar Bawa 1.988 Penumpang Bersandar di Gili Mas

Kapal pesiar Sun Princess dengan membawa 1.988 penumpang dan 862 crew, saat bersandar di Pelabuhan Gili Mas Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat   Selasa, 5 November 2019. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Dermaga di Pelabuhan Gili Mas Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat sepanjang 440 meter telah rampung dibangun oleh PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) (PT Pelindo III). Pelabuhan internasional ini untuk pertama kalinya disandari kapal pesiar Sun Princess dengan membawa 1.988 penumpang dan 862 crew, Selasa, 5 November 2019.

Sebelumnya, kapal pesiar ini tidak bisa bersandar di pelabuhan Lembar saat mengunjungi Pulau Lombok. Beroperasinya pelabuan kapal pesiar ini untuk mendukung MotoGP 2021 dan pariwisata Lombok sebagai tujuan wisata terbaik di dunia.

Kedatangan ribuan wisatawan ini disambut langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah didampingi sejumlah kepala OPD, jajaran Pemda Lobar dan pihak Pelindo III Lembar. Diiringi tarian dan musik tradisional, wisatawan dari berbagai Negara tersebut terlihat kagum melihat atraksi kesenian khas Lombok tersebut.

Banyak diantara mereka mengambil gambar atraksi musik dan seni untuk diabadikan. Dalam kesempatan itu Wakil Guberrnur NTB mengatakan uji coba pengoperasian perdana pelabuhan kapal pesiar berhasil terlaksana dengan baik. Hal ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk pengoperasian pelabuhan ini yang direncanakan awal tahun depan.

Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur ini, pihak Pelindo memastikan menyelesaikan tanggungjawabnya. Namun, orang nompr dua di bumi gora ini menegaskan perlunya kerjasama semua pihak untuk kelancaran. Ia berharap semua infrastruktur pelabuhan bisa cepat selesai dibangun. Rencananya, secara keseluruhan, pembangunan infrastruktur selesai tahun 2021.

Baca juga:  Tingkat Keterisian KMP Swarna Bahtera Belum Seimbang

“Awal yang baik ini mudah-mudahan kita bisa jaga bersama, terutama kuncinya kondusivitas, keamanan daerah harus disiapkan. Warga NTB harus siap menjadi tujuan wisata terbaik di dunia, sehingga keamanan, kenyamanan yang kita kedepankan,” kata Rohmi.

Menurut Rohmi, beroperasinya pelabuhan kapal pesiar ini menandakan kemajuan yang sangat baik dalam mendukung pertumbuhan pariwisata NTB. Yang menjadi tantangan baik bagi pemda dan masyarakat, bagaimana bisa melayani para tamu dengan baik dari berbagai aspek.

Pemprov sendiri akan terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, bagaimana agar infrastruktur dasar seperti akses jalan dan sarana pendukung lainnya di kawasan wisata semakin baik lagi. Termasuk

pembenahan dan penataan destinasi akan terus ditingkatkan.

Sejumlah proyek infrastruktur tengah dibangun untuk mendukung pariwisata seperti jalan mendukung MotoGP. Disamping itu, pihaknya menyiapkan daerah agar siap dari sisi lingkungan melalui program zero waste.

“Kami sedang getol mengkampanyekan zero waste atau NTB bersih, bagaimana kita menyediakan lingkungan yang baik bagi visitor kita  untuk mewujudkan NTB asri dan lestari,” kata Umi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Komersial, Putut Sri Muljanto mengatakan bahwa kapal pesiar dengan panjang lebih dari 300 meter bisa langsung bersandar di dermaga sehingga wisatawan tidak perlu lagi menggunakan sekoci untuk mencapai daratan seperti yang selama ini dilakukan di Pelabuhan Lembar. Dengan demikian, aspek keamanan dan kenyamanan penumpang lebih terjamin.

Baca juga:  Rute Penerbangan Lombok-Singapura Harus Terwujud

Kapal pesiar berbendera Bermuda tersebut berlayar dari Fremantle, Australia dan merupakan kapal perdana yang sandar di dermaga Gili Mas, setelah itu menuju Port Kelang, Malaysia.

“Kunjungan kapal pesiar direct call dari luar negeri langsung ke Pulau Lombok ini sangat bagus, menunjukkan antusiasme operator kapal pesiar dan penumpangnya ingin berwisata di Pulau Lombok.” ujar Putut.

Di Lombok, para wisatawan akan mengunjungi beberapa objek wisata diantaranya ke Taman Narmada, pusat kerajinan Cukli Sayang- Sayang, Lingsar, Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Museum, Desa pengrajin tenun Sukarara, Desa Sade, kerajinangerabah Banyumulek, dan Mandalika.

“Pelindo III mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dipersiapkan sebagai kawasan pariwisata unggulan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gili Mas sudah siap mengambil peran sebagai pintu gerbang wisatawan melalui laut,” tambahnya.

Untuk progres pembangunan terminal penumpang Gili Mas per 2 November 2019 ini telah mencapai 58%. Ditargetkan, pembangunan pelabuhan ini akan benar-benar tuntas pada bulan Februari 2020. Sehingga dengan selesainya terminal penumpang, semua pelayanan untuk penumpang kapal pesiar bisa lebih lengkap terlayani. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengembangan terninal peti kemas. (her)