Kejaksaan Buka Lowongan 5.203 CPNS dan Jaksa

Kajati NTB Arif dan Asbin Prayono (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan RI membuka formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan jaksa. Untuk tahun 2019, dibuka lowongan untuk 5.203 orang, menjadi rekor terbanyak di Kejaksaan.

Besarnya kebutuhan itu karena terbatasnya jumlah pegawai di Kejaksaan, baik tingkat Kejati sampai Kejari. Formasi yang dibuka untuk kualifikasi pendidikan SMA sederajat, Diploma III sejumlah jurusan, kemudian S1 untuk jurusan fakultas hukum dan jurusan umum.

‘’Ini kesempatan bagi generasi muda NTB untuk berkarir di Kejaksaan.  Siapkan diri Anda, untuk mencoba formasi yang sudah disediakan,’’ ujar Kajati NTB Arif, SH.,MM  kepada Suara NTB, Senin, 4 November 2019.

Kajati menjamin, proses seleksi pegawai administrasi dan Jaksa ini berlangsung transparan dan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Diakui Kajati bahwa sepengetahuannya, ini merupakan lowongan terbesar di jajaran Korps Adhyaksa. Tidak terlepas dari besarnya kebutuhan tenaga pegawai dan Jaksa. Karena setiap jajaran di Kejari sampai Kejati, termasuk Kejati NTB, merasakan kekurangan pegawai bagian administrasi.

Asisten Bidang Pembinaan (Asbin) Kejati NTB Prayono, SH.,MH menambahkan, selain transparan, penerimaan ini juga berlangsung terbuka untuk semua kalangan karena bisa diakses secara nasional. ‘’Proses pendaftaran bisa melalui online di situs  https://rekrutmen.kejaksaan.go.id/,”  jelasnya.

Adapun formasi yang dimaksud adalah,

Jaksa Ahli pertama S1 Sarjana Hukum 986 orang, pengelola data perkara dan putusan untuk DIII Perkantoran, Komputer, Administrasi, Pemerintahan, Manajemen, Sekretaris, Komunikasi sebanyak 569 orang. Pranata Barang Bukti untuk DIII Administrasi, Komputer, Perkantoran, Manajemen, Sekretaris untuk 720 orang.

Kemudian Pengawal Tahanan untuk SLTA/SMA sederajat 1000 orang, Pengemudi Pengawal Tahanan SLTA/SMA Sederajat 1000 orang. Selanjutnya, Pranata Komputer S1 Komputer, Tehnik Informatika, Sistem Informasi sebanyak 533  orang. Auditor Pertama untuk S1 Ekonomi dan S1 Akutansi 130 orang. Arsiparis Pelaksana untuk DIII Kerasipan sebanyak 137 orang.

Menurut Asbin, selebihnya adalah dokter spesialis berbagai penyakit, termasuk apoteker dan bidan. Sehingga  jumlah total kebutuhan pegawai dan jaksa adalah 5.203 orang se Indonesia. Menurut rencana, kran pendaftaran online akan dibuka mulai 11 November mendatang. (ars)