Formasi Tenaga Teknis CPNS 2019, Pemprov Buka Lowongan untuk Lulusan SMK

Fathurrahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota akan membuka pendaftaran CPNS 2019 secara serentak, 11 November mendatang. Dari 414 formasi yang diperoleh tahun ini, Pemprov akan mencari 79 tenaga teknis. Sisanya tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan.

Dalam rekrutmen CPNS tahun ini, Pemprov akan membuka lowongan kepada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dari 79 formasi tenaga teknis, ada tiga nomenklatur jabatan tenaga teknis yang memberikan peluang kepada lulusan SMK ikut mendaftar pada seleksi CPNS Pemprov NTB tahun 2019.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 3 November 2019 menyebutkan, tiga nomenklatur jabatan teknis yang dapat dilamar oleh lulusan SMK. Tiga nomenklatur jabatan tersebut adalah Analis Pasar Hasil Perikanan, Pengawas Benih Tanaman dan Penyuluh Kehutanan.

Calon pelamar yang dapat ikut rekrutmen untuk formasi tersebut, kata Fathurrahman, lulusan SMK Pertanian, SMK Perikanan dan SMK Kehutanan. ‘’Khusus untuk SMK, ada tiga jurusan yang dibutuhkan,’’ ujarnya.

Sedangkan untuk nomenklatur jabatan lainnya dalam formasi tenaga teknis bagi lulusan  sarjana. Seperti S1 Pertanian, Perikanan, Kehutanan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Planologi Tata Kota, Teknik Lingkungan, Teknik Informatika, Ekonomi/Manajemen, Arsitektur, Komputer, Humas, Administrasi, Hukum dan lainnya.

Ia mengatakan seluruh rincian formasi CPNS 2019 akan disebarluaskan kepada masyarakat pada 11 November mendatang. Untuk formasi tenaga teknis, nantinya akan ada kualifikasi pendidikan gabungan untuk jabatan ang dibutuhkan.

Misalnya, untuk nomenklatur jabatan analis perencanaan. Calon pelamar boleh lulusan S1 Ekonomi atau S1 Akuntansi. Hal inilah yang disebut kualifikasi gabungan.

Fathurrahman menjelaskan, pihaknya sedang menyelesaikan hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Sehingga, ketika dibuka pendaftaran, tidak salah atau keliru.

Baca juga:  NTB Tawarkan Insentif Tarik Minat Dokter Spesialis Daftar CPNS 2019

Dalam rekrutmen tahun ini, pendaftaran CPNS 2019 dilakukan secara online melalui SSCASN BKN. Pelamar hanya bisa mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota. Kemudian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computered Assisted Test (CAT) yang  direncanakan Februari 2020 dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Maret 2020.

Berdasarkan Permenpan RB No.23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2019, kata Fathurrahman, terdapat jabatan yang dapat dilamar dengan batas usia pelamar paling tinggi 40  tahun saat melamar.

Yakni, Ddokter dan dokter gigi dengan kualifikasi pendidikan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. Kemudian dokter pendidik

klinis. Serta dosen, peneliti, dan perekayasa dengan kualifikasi pendidikan Strata Tiga (S-3/Doktor)

Bagi pelamar yang mendaftar pada formasi jenis jabatan tenaga kesehatan yang mensyaratkan Surat Tanda Registrasi (STR) sesuai PermenpanRB tersebut. Maka wajib melampirkan STR (bukan internship) sesuai jabatan yang dilamar (linier) yang masih berlaku pada saat pendaftaran. Dibuktikan dengan tanggal masa berlaku yang tertulis pada Surat Tanda Registrasi.

Dalam Permenpan RB tersebut juga diatur mengenai peserta tes seleksi CPNS 2018 yang lulus passsing grade tetapi tidak lulus menjadi CPNS karena kuota terbatas (PI/TL). Peserta PI/TL dapat mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS tahun 2019 dengan menggunakan kualifikasi pendidikan yang sama saat melamar sebagai CPNS Tahun 2018, pada jabatan dan instansi yang diinginkan baik sama ataupun tidak sama dengan yang dilamar saat mendaftar sebagai CPNS Tahun 2018.

Baca juga:  Calo Mengintai Pemburu CPNS

Peserta P1/TL diberikan peluang menggunakan nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dan nilai SKD Tahun 2019, sebagai dasar untuk dapat mengikuti tahap SKB selanjutnya. Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan NIK yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018.

Dan dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya. Instansi selanjutnya melakukan seleksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apabila yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan administrasi maka dapat digugurkan. Pelamar dari P1/TL harus memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun 2019 pada sistem SSCASN. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk mengikuti SKD Tahun 2019, kemudian tidak mengikuti SKD, dinyatakan gugur.

Sedangkan bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018. Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya. Maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan nilai SKD Tahun 2019.

Apabila nilai SKD Tahun 2019 tidak memenuhi nilai ambang batas/passing grade. Maka nilai yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018. Nilai SKD peserta P1/TL akan diperingkat dengan nilai SKD dari peserta Seleksi CPNS Tahun 2019 lainnya yang memenuhi nilai ambang batas pada jenis formasi dan jabatan yang dilamar untuk menentukan peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali formasi berdasarkan peringkat tertinggi. (nas)