Kemarau Diprediksi hingga November

Sejumlah ternak kuda mengais makanan di antara bebatuan dan rumput kering di kaki Gunung Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Musim kemarau di wilayah NTB diprediksi masih akan berlangsung hingga November 2019 mendatang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membaca tanda tanda hujan akan terjadi pada Januari 2020.

‘’NTB saat ini masih berada di periode musim kemarau. Diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan November 2019,’’ kata Prakirawan BMKG Satklim Lobar Restu Patria Megantara.

Dalam keterangan tertulis soal update kekeringan yang disampaikan Senin, 28 Oktober 2019, Restu mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan pada musim kemarau. Seperti, kekeringan, kekurangan ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan di sebagian besar wilayah NTB. Terlebih  di daerah – daerah rawan kekeringan dan daerah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.

‘’Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar beradaptasi dengan mundurnya musim hujan di NTB pada tahun ini. Salah satunya  dengan menyesuaikan perencanaan kegiatan dengan kondisi iklim yang ada,’’ ujarnya.

Sementara kajian secara klimatologis terkait kondisi iklim terkini di NTB,  pada dasarian II Oktober 2019 tidak terjadi hujan di seluruh wilayah NTB. Sifat hujan pada dasarian II Oktober 2019 secara keseluruhan Bawah Normal.  HTH  umumnya dalam kategori sangat panjang, antara 31 sampai 60 hari, bahkan  hingga kekeringan ekstrem lebih dari 60 hari.

‘’HTH terpanjang terpantau di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat sepanjang 189 hari,’’ sebutnya.

Sementara kondisi suhu muka laut di sekitar perairan NTB, angin timuran masih mendominasi di wilayah Indonesia, serta  Pergerakan Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini tidak aktif di wilayah Indonesia. ‘’Kondisi tersebut mengurangi peluang terjadinya hujan di wilayah NTB,’’ sebutnya.

Analisis lain, peluang terjadinya hujan pada Oktober ini cukup rendah. Peluang terjadinya hujan kurang dari 50 mm per dasarian, berlaku di sejumlah wilayah seperti di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Atas situasi itu, pihaknya mengeluarkan peringatan dini kekeringan di NTB update Oktober 2019,  waspada potensi kekeringan di daerah dengan HTH kurang dari 60 hari di seperti Kota Mataram,  (Selaparang, Cakranegara, Ampenan). Lombok Barat (Lembar, Sekotong, Lingsar, Gunungsari), Lombok Utara (Bayan, Tanjung, Gangga). Lombok Tengah (Praya Barat, Praya Timur, Pujut), Lombok Timur (Sembalun, Labuhan Haji, Jerowaru, Sakra Barat, Swela, Wanasaba, Sukamulia, Keruak, Pringgabaya, Terara, Sambelia).

Sumbawa Barat (Sekongkang, Taliwang, Jereweh), Sumbawa (Lape, Moyohulu, Batulanteh, Buer, Orong Telu, Labangka, Terano, Utan, Labuhan Badas, Empang). Dompu (Pekat, Dompu, Manggalewa, Kempo, Hu’u, Pajo). Bima (Sape, Palibelo, Bolo, Woha, Wawo, Belo, Wera, Madapangga, Tambora, Langgudu, Soromandi, Donggo), dan Kota Bima (Raba, Asakota Kolo, Asakota Jatiwangi, Rasanae Timur). (ars)