Wagub NTB Serahkan 1.469 Kunci RTG di KLU

Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah (tengah) saat diapit warga penerima bantuan rumah tahan gempa  di Desa Malaka, KLU. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan rumah korban gempa di Lombok Utara berangsur angsur jadi. Hingga Rabu, 16 Oktober 2019, tercatat 1.469 rumah sudah jadi dan siap ditempati. Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah berkesempatan menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada warga penerima bantuan.

Ribuan rumah yang diperbaiki untuk kategori rumah rusak berat itu diresmikan sekaligus bisa dihuni  warga. Panitia penyerahan kunci RTG dari tim Korwil Fasilitator KLU mengemas acara dengan sebutan Malaka Begawe, sederhana dan penuh nuansa kearifan lokal.

Dalam pidatonya, Wagub mengurai perjalanan cukup berat dan melelahkan selama 14 bulan pemulihan setelah bencana gempa. patut disyukuri, katanya, masyarakat KLU dan NTB umumnya  memiliki kekuatan dan keteguhan menghadapi cobaan.

“Ini patut kita syukuri. Dengan bencana ini, sesungguhnya Allah sangat menyayangi kita,” ujar Wagub.

Wagub sangat mengapresiasi dukungan Pemkab KLU bersama tim fasilitator di bawah pengawasan Tim Pengendali Kegiatan (TPK), karena progres pembangunan rumah relatif cepat dan disambut antusiasme masyarakat. Bahkan secara nasional, NTB diatensi dan diapresiasi.

“Dari kacamata nasional, kita dikatakan paling bagus menangani bencana. Dibalik semua kekurangan yang ada, karena bencana ini memang masalah masalah yang harus kita hadapi,” tandasnya.

Wagub kemudian  memberi nasihat, setelah RTG tuntas, ia mengajak untuk menatap masa depan. Menurutnya,  bencana gempa harus

dijadikan pemicu untuk memperbaiki masa depan lebih baik.

“Untuk bisa jadi lebih bagus dengan terus merawat rasa syukur  kita dan terus menguatkan kebersamaan,” tandasnya.

Bagi Wagub, semua jenis bantuan adalah pendorong untuk maju. Namun demikian, warga diminta tidak terlalu bergantung pada bantuan, sebab keberhasilan akan sangat tergantung pada kekuatan masing-masing.

Hadir pada proses penyerahan RTG itu Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH, Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, Kapolres KLU, AKBP Herman Suriyono, SIK. MH. Ia menyambut apresiasi Wagub itu dan menyampaikan hal sama ke pihak lain yang terlibat, termasuk tim fasilitator.

Namun demikian, diakuinya masih ada saja kesalahan administrasi dan kerap memicu dinamika beripa reaksi dan pertanyaan publik. Maka menurutnya, peran BPKP sangat strategis untuk terus memberikan pemdapingan agar selamat dari kesalahan administrasi atau pun keuangan.

“Arahan dari BPKP menjadi penting dengan mengedepankan azas kehati hatian. Ini yang sejalan dengan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Meski konteksnya melayani kepentingan masyarakat, menurutnya harus sejalan dengan sikap kehati-hatian  dalam pengambilan keputusan dan pengerjaan administrasi dana bantuan. “Terlebih dana ini ada di masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, jumlah yang sudah on progres  di KLU dan  percepatannya sangat tergantung dari masyarakat  dan semua pihak yang terlibat. (ars/*)