Percepat Rehab-Rekon, Danrem Tawarkan Skenario TMMD

Ahmad Rizal Ramdhani (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Sekitar dua bulan lagi perpanjangan masa transisi rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascagempa berakhir. Jika masih banyak rumah korban gempa yang belum ditangani, Danrem 162/WB, Ahmad Rizal Ramdhani menawarkan skenario melanjutkan pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan skala besar.

Opsi pola karya bakti dengan TMMD ini sudah disampaikan ke Pemprov NTB. Pihaknya menawarkan tenaga anggota TNI di tingkat Kodim hingga Koramil untuk dikerahkan melanjutkan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang belum tuntas.

‘’Kami siap membantu jika opsinya dengan TMMD. Itu pun TMMD yang saya maksud skalanya  besar, karena menyangkut banyak rumah yang belum  selesai dikerjakan. Bukan seperti TMMD reguler yang hanya satu bulan,’’ ujar Danrem.

Baca juga:  Diduga Gelapkan Dana Gempa, Bendahara Pokmas Ditangkap

Saat ini proses pengerjaan rehab rekon yang melibatkan TNI, berasal dari satuan gabungan, termasuk Zeni Tempur dari daerah lain berjumlah

1000 personel. Belum termasuk yang tergabung dalam fasilitator 1.256 orang.   Menurut Danrem, jika skenario TMMD diterima, maka  fokus pengerahan personel dari Korem 162/WB dan jajaran.

Namun itu  baru sebatas usulan dari pihaknya. Semua akan tergantung kebijakan dan kesiapan pemerintah pusat dan daerah. Namun pada dasarnya, apapun skenario lanjutannya, TNI akan tetap dilibatkan atau melibatkan diri demi kepentingan masyarakat.

Baca juga:  Satu Aplikator Nakal Masuk DPO

Danrem menambahkan, muncul opsi lain yakni pengerjaannya dengan kontraktual atau melibatkan pihak ketiga. Ada juga usulan dilanjutkan dengan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Baginya,  beberapa pilihan itu  sangat baik, terpenting  rumah warga yang belum tuntas bisa dikerjakan.

Dalam catatannya, dari 222 ribu lebih rumah rusak dengan berbagai kategori, masih ada  38 ribu sampai 40 ribu  rumah yang belum tuntas pengerjaannya. Sehingga diyakini, kegiatan pembangunan akan terus berlanjut meski dengan pola berbeda. (ars)