Pemprov Kekurangan Armada Padamkan Kebakaran TPA Kebon Kongok

Ilustrasi penanganan kebakaran (Sumber Foto : PXHere)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mengaku kekurangan armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk memadamkan kebakaran di TPA Regional Kebon Kongok, Lombok Barat (Lobar). Di sisi lain, Kota Mataram dan Lobar justru menarik empat unit armada Damkar yang telah diturunkan untuk memadamkan selama dua malam.

‘’Sekarang, armada Damkar yang bekerja dari BPBD saja. Armada Damkar Kota Mataram dan Lombok Barat sudah pada pulang,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, M. Si dikonfirmasi Selasa, 15 Oktober 2019 siang.

Madani menyebutkan, sejak hari pertama kebakaran sampai Senin (14/10), armada Damkar sebanyak sembilan unit. Terdiri dari Kota Mataram 2 unit, Lobar 2 unit, BPBD NTB 2 unit, Tagana Dinas Sosial NTB 2 unit dan satu unit mobil water canon.

Baca juga:  Puluhan Toko di Pasar Lama Kota Bima Terbakar

‘’Sekarang tinggal dua armada Damkar. Seharusnya dengan kondisi (cuaca) saat ini jangan berhenti (dilakukan pemadaman). Kalau berhenti, lagi (titik api) kena matahari nyala lagi,’’ kata Madani.

Madani mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas LH Kota Mataram dan Lobar terkait dengan hal ini. Bahkan, ia sudah meminta

bantuan  Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd agar mengontak Walikota Mataram dan Bupati Lobar agar kembali menerjunkan bantuan armada Damkar untuk terus memadamkan sumber api di TPA Kebon Kongok.

Disebutkan, dari luas TPA Kebon Kongok, seluas 5 hektare tempat tumpukan sampah. Lahan TPA yang terbakar sekarang mencapai 2 hektare. Dengan meluasnya lahan TPA yang terbakar, pembuangan sampah dari Kota Mataram dan Lobar sudah mulai terganggu.

Baca juga:  Ribuan Orang Terpapar Asap Kebakaran TPA Kebon Kongok

Senin (14/10) lalu, TPA Kebon Kongok masih bisa menerima sampah dari dua daerah tersebut sampai siang hari. Namun pada Selasa, 15 Oktober 2019, sampah dari Kota Mataram dan Lobar sama sekali belum bisa dibuang ke TPA Kebon Kongok. ‘’Sampah berpotensi menumpuk di Kota Mataram dan Lombok Barat,’’ katanya.

Terhadap beberapa desa yang terpapar asap akibat kebakaran TPA Kebon Kongok. Madani mengatakan, Dinas Kesehatan sudah membagikan lebih dari 1.500 masker. Dikatakan, asap dari sampah ini memang berbahaya bagi kesehatan. Karena sampah yang terbakar terdiri dari berbagai jenis sampah.

‘’Sekarang Dinas Kesehatan membagikan masker ke masyarakat terdampak. Sudah dibagikan lebih dari 1.500 masker kepada masarakat,’’ sebutnya. (nas)