Rute Penerbangan Lombok-Singapura Harus Terwujud

Ilustrasi maskapai penerbangan (Sumber Foto : Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. L. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si mengatakan, rute penerbangan langsung Singapura-Lombok dan sebaliknya harus terwujud. Pasalnya, posisi strategis Changi Airports International (CAI) di Singapura yang menghubungkan banyak rute penerbangan dunia akan berpengaruh juga pada tingkat kunjungan ke NTB.

‘’Singapura itu hub (pusat) yang lebih besar dari Malaysia. Ketika dia menjadi hub maka berbagai rute penerbangan internasional di Singapura itu akan kumpul jadi satu di Lombok,’’ ujar Faozal ketika dikonfirmasi, Selasa, 15 Oktober 2019 di Mataram. Hal tersebut diharapkan akan mendongkrak kembali kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya untuk kawasan Asia yang sempat menunjukkan penurunan beberapa waktu belakangan ini.

Berdasarkan data wisatawan asing tahun 2019 dari PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok (BIL) mencatat, ada penurunan tingkat kunjungan untuk negara-negara di kawasan Asia. Diantaranya ada wisatawan China yang menunjukkan penurunan 21%, yaitu dari 15.788 orang pada 2018 menjadi 12.506 orang pada 2019. Hal serupa terjadi pada wisatawan Malaysia yang mengalami penurunan 61%, yaitu dari 66.156 orang pada 2018 menjadi 25.811 orang pada 2019 dan wisatawan Singapura yang mengalami penurunan 28 persen, yaitu dari 5.652 orang pada 2018 menjadi 4.042 orang pada 2019.

Baca juga:  Promosi di Australia, BPPD dan Dispar Bawa Materi Unggulan

Diterangkan Faozal, proses pengadaan rute internasional tersebut saat ini telah mendapat persetujuan dan dukungan dari pihak-pihak pemegang

kebijakan. ‘’Slot (penerbangan) dari Changi sudah dibuka melalui surat jawaban Kedutaan (Besar) di Singapura atas surat Gubernur NTB,’’ ujarnya.

Salah satu kendala yang masih merintangi adalah pengaturan rotasi pesawat yang belum tersusun antara pihak AirAsia selaku maskapai yang  memfasilitasi penerbangan tersebut dengan pihak Bandara Changi.  ‘’Kalau bandara kita di sini (Bandara Internasional Lombok) sudah bisa di sini, sudah siap,’’ ujarnya.

Faozal optimis, penerbangan tersebut dapat terlaksana sesuai jadwal, yaitu pada 4 Desember 2019 mendatang. Selain rute Singapura-Lombok, beberapa rute internasional lainnya yang tengah diupayakan adalah rute Lombok – Melbourne, Lombok – Sydney dan Lombok – Bangkok.

Baca juga:  NTB Targetkan Jutaan Wisatawan dari Kapal Pesiar

Tiga rute tersebut dipilih karena potensi wisata cukup besar. Dicontohkan seperti potensi wisatawan Australia yang cenderung memilih berlibur ke Indonesia. Khususnya Bali dan Lombok, karena memiliki jarak yang lebih dekat dibandingkan apabila wisatawan tersebut liburan ke Australia.

Selain itu, rute Lombok-Riyadh, Saudi Arabia, juga menjadi prioritas untuk mengakomodir kebutuhan jamaah Umrah. “Umrah ini positif kalau kita bisa memberangkatkan di 4 Desember perdana untuk rute Lombok-Riyadh,’’ ujar Faozal.

Dengan demikian, jalur perjalanan yang menjadi kebutuhan masyarakat umum selama ini dapat disediakan oleh Pemprov NTB. Mengingat jumlah jamaah Umrah yang berasal dari NTB tidak kalah banyak dari daerah lainnya di Indonesia.

‘’Riyadh ini kita pastikan juga (akan) terbang. Warga masyarakat ini terbuka (untuk menggunakan), dan bisa jadi wisatawan dari Arab Saudi itu bisa datang dengan pesawat ke sini,’’ pungkasnya. (bay)