29 Pelamar Otomatis Lulus SKD, Kemenpan RB Serahkan Formasi CPNS 2019

Fathurrahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengundang seluruh BKD Provinsi dan BKPSDM Kabupaten/kota ke Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019. Rencananya, Kemenpan RB akan memberikan kuota formasi CPNS 2019 untuk masing-masing Pemda.

“Sudah ada undangan untuk CPNS hari Kamis besok. Penyerahan formasi seluruh Pemda di Jakarta oleh Kemenpan RB,” kata Kepala BKD NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 14 Oktober 2019.

Ia berharap 500 formasi CPNS 2019 yang diusulkan Pemprov NTB dapat diberikan semuanya oleh Kemen PANRB. Rincian formasi CPNS 2019 yang diusulkan terdiri dari formasi tenaga guru dan kesehatan diajukan sebanyak 450 formasi. Dan jabatan fungsional tertentu sebanyak 50 formasi.

Baca juga:  Seleksi CPNS Dibuka Awal November, Pemprov NTB Peroleh Kuota 414 Formasi

Khusus untuk formasi tenaga guru diusulkan sebanyak 225 formasi. Dengan rincian, guru SMA 76 formasi, guru SMK 113 formasi dan guru SLB 36 formasi. Sedangkan untuk tenaga kesehatan

juga diusulkan 225 formasi.

Dengan rincian, tenaga kesehatan ahli 121 formasi dan tenaga kesehatan terampil 104 formasi.  Sementara itu, 50 formasi jabatan fungsional tertentu lainnya diusulkan terdiri dari jabatan fungsional tertentu ahli 35 formasi. Dan jabatan fungsional tertentu terampil 15 formasi.

Fathurrahman mengatakan Pemprov mengharapkan formasi untuk dokter spesialis yang tidak terakomodir tahun lalu, dapat diberikan dalam rekrutmen CPNS tahun ini. Pasalnya, dari sisi peralatan, rumah sakit milik Pemprov NTB sudah lengkap. Namun, tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis masih kurang.

Baca juga:  Rekrutmen P3K Dibuka Awal 2020

Terkait pelamar yang langsung lulus tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), apabila formasinya sama dengan rekrutmen CPNS tahun lalu untuk Pemprov NTB, kata Fathurrahman sebanyak 29 orang. Sesuai apa ang disampaikan Kemenpan RB dalam Rakornas beberapa waktu lalu, kata Fathurrahman, pelamar yang lulus passing grade tahun 2019. Tetapi gagal karena dilakukan perangkingan, maka mereka otomatis akan lulus SKD. Asalkan formasinya sama dengan tahun lalu. “Kita sekitar 29 orang, mereka yang tidak lolos menjadi CPNS karena kuota terbatas,” sebutnya. (nas)