Tingkat Keterisian KMP Swarna Bahtera Belum Seimbang

L. Bayu Windya (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Sejak diresmikan pada Minggu, 29 September 2019 lalu, pelayaran KMP Swarna Bahtera lintas Badas- Surabaya belum menunjukkan jumlah penumpang yang seimbang. Rute Badas-Surabaya mencapai persentase 60% setiap kali berlayar, sedangkan rute Surabaya-Badas kurang dari 60%.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. H. L. Bayu Windya, M.Si, menerangkan pihaknya telah menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi. “Kita harus lihat juga ini benar berkelanjutan tidak. Ini yang kita usahakan,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin, 14 Oktober 2019 di Mataram.

Menurut Bayu load factor untuk rute pelayaran Badas-Surabaya menunjukkan angka yang baik. Walaupun begitu, pelayaran Surabaya-Badas masih membutuhkan sosialisasi yang lebih intens. “Sumbawa ke Surabaya sudah bagus, di atas ekspektasi yang kita harapkan. Tapi yang dari Surabaya ini kelihatannya butuh sosialisasi lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Bandara Selaparang Dioperasikan

Dishub NTB telah melakukan koordinasi dengan pihak ASDP untuk menggelar pertemuan khusus dengan perusahaan-perusahaan di Surabaya. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang.

“Kalau di sini (Sumbawa, Red) Pemkab Sumbawa sendiri gencar sekali membantu mempromosikan. Kita apresiasi kepada Pemkab Sumbawa yang ikut mendorong supaya (pelayaran) ini ramai,” ujar Bayu.

Diterangkan Bayu target utama dari sosialisasi yang akan dilakukan adalah menyeimbangkan persentase penumpang yang menggunakan KMP Swarna Bahtera. “Kalau dari sini bagus, dari sana juga harus bagus,” tegasnya. Walaupun begitu dirinya mengakui bahwa sosialisasi tersebut bukanlah hal yang mudah.

Salah satu halangan yang harus dilewati adalah meyakinkan perusahaan-perusahaan di Surabaya tentang manfaat menggunakan penyeberangan laut menuju Sumbawa. Diterangkan Bayu, pemahaman tentang keuntungan tersebut belum tersebar di kalangan calon pengguna di Surabaya karena kurangnya sosialisasi.

Baca juga:  Bupati dan Pelindo Tandatangani MoU, Pelabuhan Teluk Santong Segera Terwujud

Sampai saat ini KMP Swarna Bahtera melayani  pelayaran yang dijadwalkan dua kali seminggu. Yaitu pada hari minggu pukul 10.00 Wita dan Jumat pukul 22.00 Wita. Menurut Bayu, setelah beroperasi selama hampir satu bulan, kapal laut tersebut telah berhasil mengurangi antrean di pelabuhan, khususnya untuk rute Poto Tano-Kayangan.

Ditegaskan Bayu jalur laut yang difasilitasi KMP Swarna Bahtera memiliki banyak sekali keuntungan dari segi penghematan waktu serta biaya perjalanan. “Daripada penumpang pakai darat, bisa selisih 10 jam. Belum lagi selisih ongkos, waktu, BBM, oli, dan biaya perjalanan lainnya,” ujarnya. (bay)