BMKG Jelaskan Waktu Tibanya Hari Tanpa Bayangan di NTB

Ilustrasi hari tanpa bayangan (Sumber Foto : needpix)

Mataram (Suara NTB) – Fenomena hari tanpa bayangan yang sedang melanda sejumlah daerah, terjadi juga di NTB. Sedikitnya 10 area terpapar fenomena tersebut mulai Selasa, 15 Oktober 2019 sampai Rabu, 16 Oktober 2019. Pada situasi ini, panas akan lebih menyengat, sehingga warga diimbau waspada dehidrasi.

Penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang manusia, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.

Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala manusia atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Sementara waktu kulminasi di NTB berdasarkan daerah dirinci BMKG. Di antaranya, Kota Mataram terjadi tanggal 16 Oktober pada Pukul 12.01. Wita, Bima pada 15 Oktober Pukul 11.50. Wita. Prakirawan BMKG juga merinci per Kecamatan, seperti di Woha Kabupaten Bima terjadi pada 15 Oktober Pukul 11.51. Wita.

Baca juga:  BMKG : Ada Daerah Belokan Angin di NTB

Sementara di Kabupaten Dompu, juga terjadi titik

kulminasi tanggal 15 Oktober Pukul 11.52. Wita, Kabupaten Sumbawa Besar terjadi 15 Oktober Pukul 11.56 Wita. Tanjung, Kota Bima, terjadi pada 15 Oktober Pukul 12.01.16 Wita.

Sementara di Taliwang Sumbawa Barat, keesokan harinya atau tanggal 16 Oktober pada Pukul 11.58 Wita. Berlanjut ke Selong Lombok Timur, terjadi pada 16 Oktober Pukul 11.59 Wita. Praya Lombok Tengah, juga tanggal yang sama, pada pukul 12.00 Wita. Titik ke 10 di Kecamatan Gerung Lombok Barat, pada 16 Oktober Pukul 12.01  Wita.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

Soal durasi terjadinya fenomena kulminasi, menurut penjelasan Kasi Data dan Informasi BMKG Luhur Tri Uji Prayitno, hanya terjadi beberapa saat.

“Durasi di mana suatu benda tidak ada bayangannya  atau dikenal dengan sebutan hari tanpa bayangan berlangsung kurang dari satu menit.

Untuk wilayah NTB bagian utara lebih dulu, baru bergerak ke tengah dan ke wilayah Selatan. Beda 1 menit, tergantung lintang tempatnya,” ujar Luhur.

BMKG mengimbau kepada warga agar mengantisipasi peningkatan suhu udara. Karena pada titik kulminasi,  panas lebih menyengat karena suhu udara meningkat dan kelembaban rendah. Warga diimbau agar menggunakan pelidung surya demi mengurangi sengatan Matahari. Diimbau juga membawa bekal minum untuk menghindari dehidrasi. (ars)