Menpar Sebut Lombok Jagonya Wisata Halal

Gubernur NTB,  H.  Zulkieflimansyah berbincang dengan Menpar, Arif Yahya. (Suara NTB /humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menyebut Lombok adalah jagonya wisata halal. Dengan mengembangkan positioning wisata halal, terjadi lompatan pertumbuhan wisatawan, baik mancanegara dan nusantara ke NTB.

Menpar mengatakan, Lombok mulai bergerak mengembangkan positioning wisata halal pada 2015. Ia menyebut, sebelum tahun itu, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB tidak mudah.

‘’Kita sepakat masuk dengan positioning halal. Akhirnya, ikut lomba halal tourism in the world. Tahun 2015, Lombok terpilih sebagai the best halal tourism in the world,’’ kata Menpar pada The International Halal Tourism Conference 2019, Kamis, 10 Oktober 2019 malam di Mataram.

Arief mengatakan, dulunya angka kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara ke NTB hanya satu juta orang pada 2012. Karena 90 persen wisatawan yang datang ke NTB datang dari Bali. Dulunya, Lombok menjadi destinasi ke dua setelah Bali. Dan pertumbuhan angka kunjungan wisatawan ke NTB sangat lambat.

‘’Akhirnya, kita sepakat ke positioning baru itu  halal tourism. Kita tetapkan brandingnya Moslem Friendly Lombok. 2016, kita menerima 12 penghargaan dari 14 penghargaan. Kembali Lombok menerima tiga penghargaan. Ini menunjukkan memang Lombok jagonya wisata halal,’’ kata Arief.

Ia menjelaskan, begitu Lombok mendapatkan penghargaan, angka kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh sebesar 32 persen. Sedangkan pertumbuhan wisatawan nusantara 47 persen.

Baca juga:  Dekranasda Dorong NTB Jadi Pusat Busana Muslim Nasional

Bahkan, kata Arief, salah satu destinasi wisata halal Pasar Pancingan di Lombok Tengah, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat. Menpar mengaku bertanya kepada salah satu warga yang bernama Ibu Zaenab. Dulu, pendapatannya sebesar Rp1,5 juta sebulan. Namun dengan mengembangkan positioning wisata halal, pendapatannya menjadi Rp30 juta sebulan.

Selain mendapatkan penghargaan pada 2015 dan 2016, kata Menpar, pada tahun 2019 ini, NTB dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia, versi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara dari tahun ke tahun, terus

mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2020, jumlah wisatawan yang ke NTB ditargetkan 4,5 juta orang.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc  mengatakan komitmen Pemprov untuk terus mengembangkan wisata halal di NTB. Apalagi NTB memiliki eksotisme dan aura yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.

‘’Banyak wisatawan yang kami temui, dari Australia, dari Korea mengatakan ketika datang ke Lombok, mereka merasakan aura yang berbeda. Banyak hal yang lebih indah. Lebih utama, eksotisme Lombok ini memang luar biasa,’’ katanya.

Ia mengatakan, Islam sangat compatible dengan wisata. Apalagi wisata halal yang saat ini menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat dunia.

Baca juga:  Dekranasda Dorong NTB Jadi Pusat Busana Muslim Nasional

Gubernur menjelaskan, seluruh perangkat dan infrastruktur untuk terus memajukan wisata halal di NTB ini. Pemprov akan terus mengupayakan adanya penerbangan langsung (direct flight) dari Timur Tengah dan berbagai negara ke NTB. Dengan adanya penerbangan langsung maka orang yang punya banyak uang akan lebih mudah datang ke NTB.

 

The International Halal Tourism Conference 2019, digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan ini ditujukan untuk menjadikan NTB, sebagai lokasi diselenggarakannya kegiatan, dapat menjadi rujukan wisata halal sesuai dengan syariat Islam.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 350 peserta dari berbagai negara. Tampil sebagai pembicara adalah Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, dan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya.

Ketua Komite Konferensi Halal Internasional, Muhyidin Junaidi, menerangkan bahwa dipilihnya NTB sebagai lokasi kegiatan mengingat penghargaan yang telah banyak diterima terkait pengembangan wisata halal. Salah satunya 12 penghargaan pada ajang World Halal Tourism Award 2016 lalu.

‘’Wisata halal adalah industri yang punya potensi besar belakangan ini,’’ ujar Muhyidin. Terlebih posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Karena itu, penyelenggaraan The International Halal Tourism Conference 2019 di NTB menjadi penanda peran Indonesia sebagai negara yang menjalankan wisata halal di dunia. (nas/bay)