40.000 Kunci Diserahkan, Rehab Rekon Pascagempa NTB Diapresiasi Kemenko PMK

Prosesi  serah terima kunci rumah bantuan korban gempa  kepada perwakilan Pokmas di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat Kamis, 10 Oktober 2019. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Proses rehabilitasi dan rekonstruksi  (rehab rekon) pascagempa di NTB diapresiasi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI.  Sebagaimana progres di Lombok Barat,  terdapat 40.000 lebih unit rumah bantuan korban gempa selesai dibangun dan siap ditempati warga.

Dalam catatan Tim Pengendali Kegiatan (TPK), progres  rehab rekon di Kabupaten Lombok Barat per  tanggal 9 Oktober, sudah mencapai 46.644 unit rumah yang fisiknya sudah jadi 100 persen. Prosesi penyerahan kunci secara simbolis dilakukan langsung oleh  Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Kemenko PMK, Dody Usodo Hargo Suseno, Kamis, 10 Oktober 2019 di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

Menurut Dody, sesuai hasil monitoring dan evaluasi, progres pembangunan RTG di NTB cenderung lebih cepat, terlebih menjelang berakhirnya masa transisi tanggap darurat hingga 31 Desember mendatang.

‘’Kalau melihat persentase bagus. Progresnya lebih cepat. Kita selalu evaluasi ke daerah melalui proses monitoring. Kalau ada keterlambatan, biasanya kita undang ke Jakarta bersama Kementerian/Lembaga untuk evaluasi percepatan,’’katanya.

Selama ini rehab rekon di NTB menjadi atensi khusus pemerintah pusat melalui BNPB. Setiap rapat evaluasi di Jakarta, termasuk ketika turun monitoring  ke daerah, selalu ada progres percepatan. Dalam situasi serba darurat dan terbatas pascagempa Juli Agustus 2018 lalu, Pemerintah Daerah di NTB menurutnya punya respons cepat.

Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Kemenko PMK, Dody Usodo Hargo Suseno didampingi Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik saat meresmikan penyerahan rumah bantuan. (Suara NTB/ars)

‘’Saya apresiasi kepada BPBD Provinsi dan BPBD kabupaten/kota se NTB, termasuk Danrem. Ini tidak mudah. Pembangunan dalam situasi tidak normal,’’ pujinya.

Apalagi tekanan kepada Pemda sebagai pelaksana datang dari atas dan khususnya dari kalangan  masyarakat penerima bantuan. Kecenderungan masyarakat ingin rumahnya segera jadi dan ditempati. Namun menurutnya, harus dipahami bahwa dana Rp5,1 triliun yang digelontorkan ke NTB adalah anggaran negara dengan mekanisme penggunaan  harus sesuai aturan.

Baca juga:  Bendahara Pokmas Diduga Pakai Dana Gempa untuk Judi

‘’Sebab jangan sampai jadi masalah.  Padahal kita murni kerja untuk kemanusiaan,’’ ujarnya mengingatkan masyarakat.

Soal ada sisi keterlambatan, persoalan dilihatnya pada data anomali yang terus bermunculan ketika dilakukan validasi ulang. Namun itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Perkim di daerah dan diminta segera diselesaikan.  Baginya, hanya Pemda di NTB yang bisa menentukan percepatan penyelesaian data anomali, sedangkan pihaknya di pusat tinggal memproses dana transfer.

Pada intinya, ia mengapresiasi kerja penanganan pascagempa di NTB, bahkan lebih cepat dari daerah

lain yang sedang fase rehab rekon setelah dilanda bencana.

Ia juga optimis, proses pembangunan seluruh rumah korban gempa akan selesai sebelum 31 Desember 2019.

‘’Sampai 31 Desember mudah-mudahan selesai. Jangan memikirkan (kemungkinan) jeleknya dulu. Intinya kita optimis lah,’’ tandasnya.

Hadir dalam acara penyerahan itu Danrem 162/WB Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, Tim Pengendali Kegiatan (TPK), pejabat BRI, puluhan fasilitator perwakilan per kecamatan dan perwakilan Aplikator. Acara dikemas cukup meriah dengan nuansa adat.

Pada kesempatan sama, Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik menjelaskan, penyerahan 40.000 kunci RTG itu menjadi motivasi kepada masyarakat korban gempa untuk pulih dari rasa trauma. Warga dipersilakan menempati tempat baru dengan tenang  sembari berharap tidak ada musibah lagi.

‘’Mereka yang sudah menerima kunci, agar memiliki semangat baru untuk menatap masa depan lebih baik,’’ ajaknya.

Jika ada hal-hal yang kurang  dalam proses pembangunan itu, cukup dianggap sebagai sisi lemah sebagai manusia biasa, karena dilakukan tanpa sengaja. Ke depan, ajak dia, agar masyarkat bersama pemerintah membangun daerah dan move on dari dampak bencana.

Baca juga:  Aktivitas Kegempaan Mengecil, Warga NTB Diimbau Tetap Waspada

Setelah penyerahan 40.000 kunci itu, akan dilanjutkan dengan penyerahan sama di Kecamatan Malaka, Lombok Utara.

Menyinggung taksiran pencapaian progres Desember 2019, Ahsanul Khalik bersama jajarannya akan berusaha bekerja keras mengejar target percepatan. Tantangannya, dana tambahan setelah dilakukan review belum turun dari  pemerintah pusat.

‘’Bagaimana caranya walaupun dananya belum turun? Saya sudah  bersurat resmi. Jadi, data-data yang sudah di-review BNPB, agar fasilitator langsung membentuk Pokmas. Gunakan aplikator yang kredibel, yang punya modal. Nanti mereka bangun duluan, kita bayar setelah 100 persen,’’ tandasnya. Dana tambahan yang diperkirakan Rp1 triliun lebih itu dipastikan akan cair, karena sedang dalam proses pengajuan ke Kementerian Keuangan.

Ditambahkan Asbah, M.Hum selaku Penanggung Jawab TPK Lombok Barat,  data per tanggal 9 Oktober, rumah yang sudah selesai dibangun mencapai 46.644 unit. “Artinya sudah siap ditempati warga,” sebutnya.

Rinciannya, terdiri dari rusak berat 4.263 unit, rusak sedang 7.954 unit dan rusak ringan 34,427 atau total 56 persen.

Sedangkan rehab rekon yang on progress menurutnya sudah mencapai 23,929 unit, terdiri dari  9,152 unit rusak berat, 4.714 unit rusak sedang  dan 10,063 unit rusak ringan  atau 42 persen.

“Dan yang dilakukan penyerahan kunci pada hari ini sebanyak 40.000 unit, terdiri dari tiga kategori tersebut. Sebelumnya telah dilakukan penyerahan kunci juga di wilayah Narmada,’’ katanya.

Pencapaian itu menurutnya tidak lepas dari kerjasama semua unsur dalam peningkatan percepatan. (ars/*)