Yuk, Intip Penampakan Tikungan Pertama Sirkuit MotoGP Mandalika

Penampakan tikungan sirkuit MotoGP Mandalika yang tengah dibangun di Kawasan Mandalika, Lombok. (Sumber Foto : Instagram/itdc_id)

Mataram (Suara NTB) – Pengerjaan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menunjukkan pencapaian terbarunya. Setelah melakukan pembersihan lahan dan penggalian tanah untuk pembuatan badan jalan, bentuk tikungan pertama sirkuit tersebut sudah mulai terlihat.

“Bentuk salah satu tikungan sirkuit juga telah terlihat,” ujar Pihak ITDC selaku pengelola KEK Mandalika seperti dikutip dari akun instagram resminya, Rabu, 9 Oktober 2019. Dengan progres tersebut, pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika diharapkan berjalan lancar dan menjadikan NTB sebagai tuan rumah balap motor kaliber internasional tersebut pada 2021.

Pihak ITDC sendiri menekankan bahwa pembangunan Mandalika International Street Circuit adalah salah satu fokus utama saat ini. Karena itu, pengerjaan pembangunan di lapangan terus dilakukan untuk mencapai target penyelesaian akhir 2020.

Sampai saat ini ITDC masih melakukan pengerjaan badan jalan untuk improvement subgrade atau peningkatan kualitas permukaan tanah yang mencapai nilai California Bearing Ratio (CBR), yaitu di atas 6% atau setara pembangunan jalan tol.

 

Lihat postingan ini di Instagram

Sahabat ITDC, pembangunan Mandalika International Street Circuit adalah salah satu fokus utama kami saat ini. Pekerjaan pembangunan di lapangan terus kami lakukan, untuk mencapai target penyelesaian akhir 2020 dan sirkuit siap digunakan untuk menjamu perhelatan MotoGP pada 2021. . Saat ini kami sudah memasuki pekerjaan galian badan jalan sirkuit di lahan yang sudah clear. Galian badan jalan ini diperlukan untuk improvement subgrade atau peningkatan kualitas permukaan tanah yang mencapai nilai California Bearing Ratio (CBR) > 6% atau setara pembangunan jalan tol/highway. Di atas permukaan tanah yang memenuhi standar ini nantinya akan dilakukan pelapisan dari campuran material pondasi yang berkualitas (agregat) sebelum kemudian dilapisi dengan hotmix/aspal. . Sejauh ini pekerjaan pembangunan Mandalika Street Circuit terus memperlihatkan kemajuan. Land Clearing sudah mencapai 70,51% atau lebih dari 300.000 m², Galian Tanah Badan Jalan Sirkuit mencapai 21,20% atau sepanjang lebih dari 450 m, dan pembangunan Pagar Beton mencapai 52,96% yaitu lebih dari 3.300 m. . Jika Sahabat ITDC menyimak video di atas, maka bentuk salah satu tikungan sirkuit juga telah terlihat! . Kami berterima kasih atas pertanyaan, perhatian, dan semangat dari seluruh Sahabat ITDC untuk pembangunan Mandalika Street Circuit. Kami berharap Sahabat bisa terus memberi dukungan, agar pembangunan Mandalika Street Circuit berjalan lancar dan Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP pada 2021. . #itdc #TheMandalika #CreatingDestinations #Raceto2021 #MandalikaGP #BUMNHadirUntukNegeri

Sebuah kiriman dibagikan oleh ITDC (@itdc_id) pada

 

Selain itu, pengerjaan jalur Mandalika International Street Circuit juga akan dicampur dengan material pondasi yang berkualitas tinggi sebelum kemudian dilapisi dengan aspal. Sejauh ini, pekerjaan pembangunan Mandalika Street Circuit terus memperlihatkan kemajuan.

Pembersihan lahan sendiri telah mencapai 70,51% atau lebih dari 300.000 m². Sejalan dengan itu pengerjaan galian tanah badan jalan sirkuit mencapai 21,20% atau sepanjang lebih dari 450 m dan pembangunan pagar beton mencapai 52,96% yaitu lebih dari 3.300 m.

Selain persiapan pembangunan sirkuit, berbagai infrastruktur lain juga tengah dipersiapkan guna menyongsong gelaran MotoGP Mandalika 2021. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur di Bandara Internasional Lombok atau Lombok International Airport (LIA). Mulai akhir bulan Desember 2019, infrastruktur LIA sudah mulai ditingkatkan.

General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Nugroho Jati, menerangkan, seluruh peningkatan infrastruktur di BIL bertujuan untuk mempercepat pembangunan di KEK Mandalika yang menjadi lokasi balapan MotoGP. Karena itu, pembenahan di BIL diharapkan dapat lebih dahulu dilaksanakan.

Untuk runway pesawat yang semula 2,75 Km akan diperpanjang menjadi 3,3 Km. Sedangkan untuk gedung terminal yang semula hanya bisa menampung tiga juta pengunjung dan penumpang per tahun akan ditingkatkan agar mampu menampung tujuh juta pengunjung dan penumpang per tahun.

‘’Jadi itu 100 persen peningkatan kapasitasnya,’’ ujar Jati. (bay/nas/aan)