Tuntas, Pemulangan 108 Warga NTB dari Papua

Suasana pemulangan warga NTB korban kerusuhan Wamena saat tiba di bandara. (Suara NTB/disosntb)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 108 warga NTB telah dipulangkan dari Papua. Kloter terakhir pemulangan lima  warga NTB dari Papua pada Selasa, 10 Oktober 2019. Sehari sebelumnya, Senin, 7 Oktober 2019, sebanyak 35 warga NTB asal Bima, Dompu dan Lombok Timur sudah dipulangkan ke daerah ini.

‘’Dengan pemulangan kloter terakhir maka tuntas sudah pemulangan pengungsi kerusuhan Wamena asal NTB sebanyak 108 orang dan dua orang petugas,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 10 Oktober 2019 siang.

Warga NTB korban kerusuhan Wamena dipulangkan secara bertahap mulai Jumat, 4 Oktober 2019 lalu. Sebanyak delapan orang warga NTB yang berasal dari Lombok Timur dan Lombok Tengah, tiba di Bandara Internasional Lombok.

Kemudian, pada Sabtu, 5 Oktober 2019 malam, sebanyak empat orang warga NTB asal Sumbawa, juga telah sampai di Bandara Internasional Lombok  dan langsung diterima pihak keluarga. Selanjutnya, Minggu, 6 Oktober 2019 pagi, sebanyak 50 warga NTB asal Kabupaten Bima sudah tiba di Bandara Sultan Salahudin Bima pukul 07.45 WITA.

Baca juga:  Pemulangan Tunggu Ketersediaan Pesawat, Kondisi Warga NTB Dipastikan Aman di Papua

‘’Dengan pemulangan kloter terakhir maka tuntas sudah pemulangan pengungsi kerusuhan Wamena asal NTB sebanyak 108 orang dan dua orang petugas,’’ katanya.

Warga NTB korban kerusuhan Wamena dipulangkan secara bertahap mulai Jumat (4/10) lalu. Sebanyak delapan orang warga NTB yang berasal dari Lombok Timur dan Lombok Tengah, tiba di Bandara Internasional Lombok.

Kemudian, pada Sabtu (5/10) malam, sebanyak empat orang warga NTB asal Sumbawa, juga telah sampai di Bandara Internasional Lombok  dan langsung diterima pihak keluarga. Selanjutnya, Minggu (6/10) pagi, sebanyak 50 warga NTB asal Kabupaten Bima sudah tiba di Bandara Sultan Salahudin Bima pukul 07.45 Wita.

Rombongan pengungsi asal NTB tujuan Bima dipulangkan  menggunakan pesawat komersil Lion Air dengan nomor penerbangan  JT 795. Rombongan besar pada pemulangan pengungsi ke NTB kali ini berjumlah 50 orang, seluruhnya berasal dari Kabupaten Bima.

Kemudian pada Senin (7/10), sebanyak 35 warga NTB asal Kabupaten Bima, Dompu dan Lombok Timur kembali dipulangkan. Rombongan pengungsi kerusuhan Wamena asal NTB ini sebanyak 27 orang dari Kabupaten Bima.

Baca juga:  62 Warga NTB Telah Dipulangkan dari Papua

Kemudian tiga orang berasal dari Dompu diberangkatkan  pukul 07.45 dengan pesawat  Lion Air tujuan Bima via Makassar. Dan dari Lombok Timur tiga orang berangkat pukul 11.55 dengan Garuda tujuan Lombok via Makassar – Jakarta tiba di Lombok, 8 Oktober 2019.

‘’Hari ini (kemarin), Selasa 8 Oktober 2019,  Pemerintah Provinsi NTB melakukan pemulangan terakhir warga NTB korban kerusuhan Wamena,’’ terang Wismaningsih.

Pemulangan 5 orang pengungsi asal NTB itu  menggunakan pesawat komersial Lion Air JT 794 berangkat jam 07.45 WIT  melalui Bandara Sentani, Jayapura tujuan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima transit di Bandara Sultan Muhammad Hasanuddin Makassar.

Pengungsi yang tergabung dalam  kloter terakhir ini masing-masing  berasal dari Kota Bima dua orang atas nama Erni Suryani (33 tahun), Chandani Deby Khalisa (bayi 8 bulan), Kabupaten Bima dua orang atas nama Megawati ( 33 tahun) dan Dita Hasrianti Putri Bintari (1 tahun 11 bulan), dan dari Dompu atas nama Oding Muliadin (29 tahun). (nas)