BNPB Transfer Rp466 Miliar untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi di NTB

Ahsanul Khalik. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menambah dana rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB. Nilai transfer mencapai Rp466 miliar, untuk kabupaten dan kota yang sudah menyelesaikan data anomali rumah rusak akibat gempa.

Daerah yang akan mendapat dana transfer tambahan itu, adalah Kota Mataram Rp 32.060.000.000, Sumbawa Besar dengan nilai Rp 18.850.000.000, Kabupaten Sumbawa Besar (KSB) senilai Rp 119.521.093.053, serta Lombok Timur senilai Rp 296.550.000.000. sehingga total nilai dana transfer Rp 466 miliar lebih.

Jumlah ini masih berpeluang bertambah, selama pemerintah Kabupaten/Kota bisa secepatnya memperbaiki data sesuai kondisi lapangan dengan persyaratan yang ditentukan. Mengenai anggarannya, tinggal tunggu transfer.

‘’Tinggal menunggu transfer dananya dari pusat, karena dari BNPB usulan sudah masuk ke Dirjen Anggaran,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik ditemui Sabtu, 5 Oktober 2019.

Baca juga:  Dua Mahasiswa Jadi Korban, Warga Diminta Waspadai Bencana Musim Hujan

Daerah yang sudah dicatat itu sebelumnya berhasil menuntaskan data anomali korban gempa. Data anomali dimaksud, terkait temuan kesalahan sasaran penyaluran anggaran, termasuk korban yang luput dari pendataan petugas. Rekapitulasi data itu dilakukan divalidasi sehingga mucul jumlah riil penerima bantuan, baik untuk rumah rusak berat, ringan dan sedang. Data itu

kemudian dikirim ke BNPB untuk dilakukan review.

Hanya tinggal dua daerah yang belum dipastikan dana transfer tambahan, yakni Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

‘’Untuk KLU dan  Loteng sedang di review oleh Irtama BNPB,’’ sebutnya.

Terkait mekanisme penyaluran dana tambahan dari Kementerian Keuangan via BNPB, dijelaskan Ahsanul Khalik, prosesnya tidak lepas dari anggaran yang ditarik BPBD kabupaten/kota akibat kekeliruan sesuai data anomali. Dana yang ditarik BPBD disalurkan kembali ke korban gempa setelah ditambah BNPB jika ada kekurangan.

Baca juga:  Aktivitas Kegempaan Mengecil, Warga NTB Diimbau Tetap Waspada

“Misalnya daerah ajukan Rp 200 miliar, dana yang sebelumnya dia tarik Rp20 miliar. Berarti tinggal ditambah Rp180 miliar dari pusat,’’ sebutnya.

Sementara Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, rehab rekon pascagempa menunjukkan progres menggembirakan.

Rumah yang sudah jadi lebih banyak, sehingga dalam beberapa pekan sebelumnya ia bersama BPBD NTB safari dengan beberapa kepala daerah untuk beri kunci rumah jadi kepada penerima bantuan. Mengenai kendala, diakuinya soal material, terutama semen. Selain kurang, harganya meroket.  Situasi ini dipicu tingginya permintaan untuk proyek lainnya.

Mengenai anggaran untuk validasi data anomali diperkirakan jumlahnya mencapai Rp1 triliun untuk tujuh kabupaten dan kota terdampak. (ars)