Satu Tahun Zul-Rohmi, Forkopimda Apresiasi Soliditas Pimpinan Daerah

Ahmad Rizal Ramdani - Katarina Endang Sarwestri - Nana Sudjana AS (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Pasangan Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah begitu solid memimpin pembangunan NTB di tahun pertama kepemimpinan mereka. Disapa gempa bumi dahsyat pada awalnya, namun tetap berjalan dengan baik setelahnya. Kondusivitas yang selalu terjaga jadi kuncinya.

Kapolda NTB, Irjen. Pol. Nana Sudjana AS,MM
Kapolda NTB, Irjen. Pol. Nana Sudjana AS,MM

Hal itu ditegaskan Kapolda NTB, Irjen. Pol. Nana Sudjana AS,MM. ‘’Tanpa ada suatu keamanan, pembangunan pasti tidak akan lancar. Keamanan mempunyai peran sangat besar dalam pembangunan,’’ ujarnya dalam diskusi terbatas yang digelar Harian Suara NTB di Mataram, Kamis, 19 September 2019.

Dari tingkat Mabes, Polri sudah punya kebijakan mengamankan setiap program pembangunan. Tujuannya agar pembangunan lancar. Masyarakat merasa aman, sehingga bisa beraktivitas mencapai kesejahteraannya.

Lima bulan Nana sudah menjabat dan mengabdi untuk NTB. ‘’Yang saya rasakan, unsur pimpinan daerah di NTB begitu solid dan sinergis. Ini jalan terbaik, dengan kompaknya kita saya yakin pembangunan akan berjalan dengan baik juga,’’ ucapnya.

Menjaga Pariwisata untuk NTB Gemilang

 

Kapolda mengibaratkan NTB sebagai gadis cantik yang kini sudah menjadi buah bibir dan incaran berbagai pihak. Mempercantik NTB sebagai salah program pemerintah dibarengi juga dengan upaya menjaga keamanannya. ‘’Kami jamin dukungan Polri dan TNI soal masalah keamanan di NTB,’’ tegasnya.

Inovasi pembangunan dalam memajukan NTB sedang digalakkan Zul-Rohmi. Komunikasi antarpimpinan daerah dibangun secara formal dan informal. Koordinasi itu tak lepas dari upaya untuk membuat masyarakat NTB merasa nyaman bebas dari resah.

“Seperti kasus curas, curanmor, begal, kami evaluasi terus. Ternyata langkah pencegahan yang lebih baik. Begitu juga menjaga lingkungan di sekitar kawasan wisata,’’ ujar Nana.

Dia lalu mencontohkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pujut, Lombok Tengah. Pengembangan destinasi itu sempat dirundung kekhawatiran mengenai persoalan lingkungan tambang emas liar di Desa Prabu, Pujut. Tak jauh dari sana.

‘’Sekarang penambangan Prabu ini sudah ditutup. Di Sekotong masih ada satu dua tetapi sebagian sudah ditutup juga,’’ bebernya.

Sejauh ini, imbuh Kapolda, dia mengapresiasi perjalanan Satgas sebagai bagian kolaborasi antara Pemprov NTB dan aparat penegak hukum. Diantaranya Satgas Pangan, Satgas, Penertiban Tambang Emas Ilegal, sampai Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan.

Kapolda meyakini capaian-capaian itu dapat semakin menuntun NTB menuju masa gemilangnya, seperti dicita-citakan Zul-Rohmi. Pariwisata akan memegang peranan penting. Menjadi unggulan dan menghasilkan pendapatan yang cukup besar untuk daerah.

‘’Ini memang harus serius kita kelola. Pertaruhannya keamanan. Kami sudah buat sistem pengamanan yang harus mampu menjamin. Jangan sampai ada turis yang menjadi korban pidana,’’ tutup Nana.

Danrem 162/WB, Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdani
Danrem 162/WB, Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdani

Hal senada disampaikan Danrem 162/WB, Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdani mengenang awal mula mulai bekerjasama dengan Zul-Rohmi. Awalnya, mereka bertemu di ruang tunggu bandara Lombok International Airport, Praya menjelang kunjungan Presiden Juli 2018.

Pertemuan itu membawa kesan baginya. Kesan paling mendalam yang dirasakan Danrem adalah kebersahajaan Gubernur NTB yang terlihat dari cara ia berpakaian. Semangat kebersahajaan ini seiring sejalan dengan cara Gubernur berkomunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

‘’ Gubernur bisa membangun komunikasi yang baik dengan elite hingga masyarakat kecil,’’ katanya. Hal ini menurutnya memotivasi Danrem dan jajarannya. Ia menegaskan, jika Gubernur bisa berkeliling dan berinteraksi dengan banyak lapisan warga NTB, maka seluruh jajarannya juga harus mampu mengikuti gaya berinteraksi yang demikian.

Inspirasi ini menurutnya menjadi salah satu babak awal bagi terbangunnya kolaborasi yang kokoh dalam menjaga pembangunan NTB. “Kami anggap sebagai orang tua yang selalu membimbing bagaimana Korem itu bisa on the track dan kinerjanya diakui,” ucapnya.

Koordinasi bersama Gubernur NTB saat itu, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dengan Zul-Rohmi yang baru saja terpilih membuat kondisi NTB bisa tetap kondusif meski baru dilanda gempa dahsyat. Masa tanggap darurat bencana gempa bumi, sampai rehabilitasi dan rekonstruksi pun bisa dilalui.

‘’Jadi walaupun keadaanya menurut saya setengah kiamat, tidak ada penjarahan. Kami tunjukkan sinergi sampai hari ini kami bekerja dengan Pemda. Sampai hari ini sudah total rumah yang progress sudah 174.791 unit. Kalau rumah jadinya sudah 82.890 unit,’’ ungkapnya.

Rizal bahkan sampai menyebut Gubernur Zul sebagai pakar komunikasi karena mencairkan dan mencarikan solusi permasalahan dalam setiap kondisi. Dia tidak heran jika dalam satu tahun Zul-Rohmi ini banyak hal positif yang sudah tercapai.

“Mudahan dengan kemampuan Gubernur dan staf-stafnya yang militan dan pejuang itu kami di-support. Mudahan akan lebih maju bisa mencapai NTB yang lebih gemilang,” pungkas Danrem.

Wakil Kepala Kejati NTB, Katarina Endang Sarwestri, SH, MH
Wakil Kepala Kejati NTB, Katarina Endang Sarwestri, SH, MH

Wakil Kepala Kejati NTB, Katarina Endang Sarwestri, SH, MH, menyatakan dukungannya dengan program pembangunan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Zul-Rohmi. Bentuknya dengan mengerahkan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) pada setiap proyek strategis daerah.

‘’TP4D wujud sinergitas Kejaksaan dengan pemerintah daerah. Kerja sama itu untuk pembangunan agar cepat dan tepat sasaran, tepat waktu dan tepat guna,’’ ujarnya.

Kejaksaan juga sudah menyiapkan jaksa pengacara negara melalui bidang perdata dan tata usaha negara. Fungsinya mendampingi pemerintah daerah ketika menemui sengketa.

‘’Misalnya pembebasan lahan. Untuk penertiban aset. Harapan kami fungsi ini bisa dimanfaatkan Pemda untuk bisa lebih bersinergi. Pada intinya kami siap membantu dan mendukung,’’ terangnya.

Katarina menambahkan juga kini Kejati NTB tengah menyusun program jaga desa. Program itu untuk menggenjot serapan dana desa sekaligus mencegah potensi penyimpangannya.

‘’Kita kedepankan pencegahan dalam rangka sebelum pelaksanaan program. Tingkat kepatuhan bisa meningkat sehingga penindakan jalan terakhir. Keresahan masyarakat terkait penegakan hukum bisa kita tekan,’’ jelasnya.

Selain itu, Katarina mencatat kasus tindak pidana perdagangan orang dan narkoba masih memuncaki penuntutan di bidang pidana umum. Dia meminta hal itu bisa menjadi perhatian Zul-Rohmi.

“TPPO masing cukup tinggi. Agar bisa sadarkan masyarakat, saya sarankan ke depan ada program khusus TPPO mungkin nanti di tingkat sosialisasinya bersama pemerintah daerah,’’ tandasnya. (why)