Sukseskan MotoGP, Landasan Pacu BIL Diperpanjang Jadi 3,3 Kilometer

Ilustrasi BIL (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB)Pembenahan infrastruktur di Lombok International Airport (LIA) atau Bandara Internasional Lombok (BIL) ditargetkan mulai akhir bulan Desember 2019. Pembenahan itu guna mendukung persiapan gelaran MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dijadwalkan pada 2021 mendatang.

 

General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Nugroho Jati, menerangkan, seluruh peningkatan infrastruktur di BIL bertujuan untuk mepercepat pembangunan di KEK Mandalika yang menjadi lokasi MotoGP. Karena itu, pembenahan di BIL diharapkan dapat lebih dahulu dilaksanakan.

‘’Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa mulai. Sementara masih proses semua di Jakarta, terpusat, dan kami di sini (siap) untuk mengawal eksekusinya,’’ ujar Jati dikonfirmasi di Mataram, Kamis (19/9). Beberapa fasilitas yang akan ditingkatkan adalah landasan pacu (runway) pesawat serta gedung terminal pengunjung.

Baca juga:  Kunjungan Wisman Melonjak, Gubernur Ajak Warga NTB Persiapkan Diri

Untuk runway pesawat yang semula 2,75 Km akan diperpanjang menjadi 3,3 Km. Sedangkan untuk gedung terminal yang semula hanya bisa menampung tiga juta pengunjung dan penumpang per tahun akan ditingkatkan agar mampu menampung tujuh juta pengunjung dan penumpang per tahun ‘’Jadi itu 100 persen peningkatan kapasitasnya,’’ ujar Jati.

Dengan peningkatan tersebut diharapkan, penerbangan langsung dari berbagai negara dapat bertambah. Terutama untuk menampung pesawat dengan kapasitas yang lebih besar dibanding yang ada sekarang. Untuk itu, PT. AP juga mencanangkan penambahan dua appron atau hanggar pesawat untuk menampung pesawat-pesawat tersebut saat MotoGP digelar.

Jati menerangkan bahwa sampai saat ini penumpang di BIL pascagempa telah menunjukkan peningkatan. Walaupun belum benar-benar pulih, hal itu disebut sebagai progres positif. ‘’Dari posisi yang di awal tahun kemarin kita mengalami penurunan sampai 60 persen dari kondisi normal sebelum gempa. Sekarang sudah mulai ada peningkatan kurang lebih sekitar 60 persen juga,’’ ujarnya.

Baca juga:  Warga Cabut Pagar Lahan di Lokasi Pembangunan Sirkuit

Hal tersebut tidak lepas dari usaha pemerintah meningkatkan geliat pariwisata dengan menggelar kegiatan MICE seperti APGN 2019 dan lain-lain. ‘’Kegiatan-kegiatan MICE Itu besar sekali pengaruhnya untuk menumbuhkan keyakinan pada masyarakat luas. Baik nasional maupun internasional, bahwa kondisi di Lombok sduah kondusif untuk dijadikan sebagai destinasi kunjungan,’’ ujar Jati.

Pada kondisi tersebut, tingkat kunjungan di BIL per hari saat ini mencapai angka 7.000 orang. Hal itu disebut Jati secara tidak langsung akan mempengaruhi percepatan peningkatan infrastruktur di BIL. Mengingat NTB dengan potensi wisatanya telah menjadi destinasi utama yang diprioritaskan pemerintah untuk pangsa pasar yang lebih luas. (bay)