Tingkatkan Kinerja Pelayanan, DPMPD Dukcapil NTB Gelar Bimtek

Kepala Bidang Dukcapil DPMPD Dukcapil NTB, Panca Kusuma membuka kegiatan bimtek kesekretariatan di Hotel Grand Legi, Selasa, 17 September 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh pejabat dan staf Dinas Dukcapil se-NTB. Bimtek tersebut antara lain menyangkut bidang kesekretariatan seperti pemanfaatan aset untuk menunjang kinerja pelayanan.

Kepala Bidang Dukcapil DPMPD Dukcapil NTB, Panca Kusuma, menerangkan bahwa Bimtek tersebut menghadirkan Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kepala Seksi Perencanaan, Bendahara, serta pengurus aset dari Dinas Dukcapil di 10 kabupaten/kota. Bimtek berlangsung pada 17-19 September 2019, dengan jumlah peserta mencapai 40 orang.

‘’Yang menjadi atensi kita saat ini bagaimana proses perencanaan tahun 2020 (terkait) masalah aset yang belum tuntas,’’ ujar Panca ketika ditemui di sela-sela kegiatan Bimtek DPMPD Dukcapil, Rabu (18/9) di Hotel Grand Legi Mataram. Aset yang saat ini dimiliki oleh Dinas Dukcapil sendiri adalah bantuan dari pemerintah berupa alat-alat penunjang pelayanan administrasi kependudukan.

Baca juga:  Pengangkatan Tersangka OTT Jadi Pejabat Diduga Bermasalah dari Aspek Etika

Diterangkan Panca, sebagian besar aset itu diterima pada tahun 2014. Mengingat pada 2018 NTB dilanda bencana gempa, maka proses inventarisasi ulang dirasa perlu. Terutama untuk menyusun perencanaan anggaran tahun 2020. ‘’Supaya pengurusan asetnya bisa tuntas maka dilakukan rekonsiliasi kemudian diinventarisasi ulang. Supaya asetnya clear (jelas) tidak ada masalah ke depan,’’ ujarnya.

Ditekankan Panca, penggunaan aset milik negara harus benar-benar tercatat dengan baik untuk dipertanggungjawabkan. Aset yang masih berfungsi akan dimaksimalkan penggunaannya. Sementara aset yang sudah rusak akan diproses sesuai aturan yang berlaku. ‘’Kalau tidak diinventarisasi dengan baik, aset ini tidak akan memberikan manfaat. Kita inginnya barang-barang yang sudah ada ini bisa dimanfaatkan maksimal,’’ ujar Panca.

Selain Bimtek pemanfaatan aset, DPMPD Dukcapil NTB juga menggelar Bimtek terkait regulasi pengurusan kependudukan pada 11-13 September 2019 lalu. Kepala Seksi Catatan Sipil DPMP Dukcapil NTB, Dra. Enggar Daratiwi, menerangkan bahwa Bimtek tersebut perlu dilakukan mengingat seluruh dokumen yang dikeluarkan oleh Dinas Dukcapil adalah dokumen yang memiliki kaitan dengan hukum.

Baca juga:  Pekan Ini, Pansel Tentukan Tiga Besar Calon Sekda NTB

‘’Dokumen di Dukcapil itu kaitannya dengan hukum, jadi (petugas) harus betul-betul hati-hati,’’ ujar Enggar, Rabu (18/9) di Mataram. Bimtek tersebut dihadiri oleh 40 orang yang terdiri dari Kepala Seksi dan staf kompeten di bidang pengurusan data kependudukan dari 10 kabupaten/kota di NTB. “Kita (harus) selalu mengupdate (memperbarui) hal yang sifatnya perubahan atau regulasi baru,” sambungnya.

Dicontohkan Enggar seperti pengurusan akte kelahiran yang seringkali terbentur dengan dokumen pernikahan orang tua yang tidak lengkap. Masalahnya, seluruh dokumen tersebut sangat penting dimiliki masyarakat untuk mengurus hal-hal administratif. ‘’Kondisi di masyarakat sendiri banyak sekali masyarakat itu datang ngurus dokumen tidak lengkap,’’ ujarnya.

Untuk itu, dengan memberi bimbingan khusus pagi petugas pelayanan diharapkan ada pemahaman baru yang bisa digunakan saat berhadapan dengan masalah-masalah di lapangan. ‘’Supaya mereka lebih banyak mendapatkan bekal terkait regulasi-regulasi yang ada di Dukcapil,’’ pungkasnya. (bay/*)