Pascagempa, Sektor Pariwisata Perlihatkan Kemajuan Positif

L. Moh. Faozal (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Target kunjungan wisatawan NTB tahun 2019 disebut menunjukkan progres positif. Hal itu diukur dari pencapaian pascagempa yang terjadi pada 2018 lalu.

Pada 2019 target kunjungan wisatawan NTB adalah empat juta orang wisatawan. Yaitu dua juta orang wisatawan domestik dan dua juta orang wisatawan mancanegara. Kepala Dispar NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si menerangkan, perlunya beberapa pembenahan, untuk mengejar pencapaian 100 persen. Terutama untuk memenuhi target kunjungan wisatawan domestik.

Disebut Faozal, saat ini pemulihan tingkat kunjungan wisatawan domestik masih mengalami beberapa kendala. Salah satunya terkait trauma kebencanaan dan pengurangan jumlah penerbangan langsung oleh beberapa maskapai. ‘’Kita optimis mancanegara itu tercapai di angka dua juta. Tetapi di domestiknya kita tertekan,’’ ujar Faozal saat dikonfirmasi, Selasa (17/9) di Mataram.

Baca juga:  Pemprov Perlu Intervensi Destinasi Wisata di Mataram

Diterangkan Faozal saat ini maskapai seperti Garuda Indonesia telah mengurangi jadwal penerbangannya dari 4 kali menjadi 2 kali. Hal serupa dilakukan oleh Batik Air yang junga mengurangi dari 4 kali penerbangan menjadi 2 kali. Lion Air dari 6 kali penerbangan Jakarta berkurang menjadi 4 kali.

Berbanding terbalik dengan prospek wisatawan mancanegara jauh lebih tertolong. Terutama dengan adanya beberapa penerbangan langsung menuju Bandara Internasional Lombok (BIL) dari beberapa negara seperti Kuala Lumpur dan Australia.

‘’Sekarang kita bisa melihat 2019 untuk mancanegara pergerakannya itu jauh lebih tertolong ketika direct flight (penerbangan langsung) mulai menuju normal. KL (Kuala Lumpur) dari 1 naik ke 2 pada bulan Juni,’’ sebut Faozal. Dicontohkannya seperti yang terjadi di kawasan Tiga Gili di mana potensi wisatawan mancanegara sangat jelas terlihat.

Disebut Faozal, untuk kawasan tiga gili telah menunjukkan progres pada bulan Juli, di mana trip kunjungan bisa mencapai 28 kali dalam sehari. Dengan jumlah trip sebanyak itu, wisatawan yang berkunjung dalam satu hari bisa mencapai 3.000 orang.

Baca juga:  Bidik 4,5 Juta Kunjungan Wisatawan, Lima KSPN akan Dikembangkan

Kunjungan tersebut diakui Faozal lebih banyak datang dari Bali dengan menggunakan kapal cepat. Walaupun begitu, kunjungan melalui penyeberangan Bangsal juga disebut menunjukkan statistik yang baik. “Artinya target kita recovery (pemulihan) di tiga gili bagi saya tercapai waktunya,’’ ujarnya.

Dispar NTB optimis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sampai dengan akhir Semptember bisa mencapai 1.5 juta dengan dukungan penyeberangan Bali-Lombok dan beberapa penerbangan langsung. Sedangkan untuk wisatawan domestik diharapkan dapat tertolong dengan kegiatan MICE di hotel-hotel.

‘’Kalau domestik tertolong MICE, bisa jadi 1 juta (orang). Dengan catatan okupansi hotel (saat ini) masih sehat, 70-80 persen,’’ pungkasnya. (bay)