Inspeksi Rekonstruksi Rumah, Danrem Ingatkan Pokmas dan Fasilitator

Ahmad Rizal Ramdhani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi lapangan progres rehabilitasi dan rekonstruksi rumah dampak gempa. Demi percepatan, ia meminta kelompok masyarakat (Pokmas) dan fasilitator jangan jadi penghambat proses pencairan, jika Aplikator sudah tuntas mengerjakan rumah sesuai kewajiban.

Penegasan Danrem itu setelah melihat masih ada dana yang belum terserap karena mengendap di bank. Jumlah dana di bank yang belum disalurkan ke rekening Pokmas mencapai Rp560 miliar, sementara yang sudah tersalurkan sudah mencapai Rp4, 838 triliun.  Total yang sudah ditransfer ke rekening Pokmas untuk pembangunan RTG mencapai Rp 4,278 triliun.

‘’Terkait dengan dana yang masih belum terserap itu, saya meminta kepada Pokmas dibantu fasilitator untuk segera melakukan pencairan sesuai prosedur yang berlaku.  Jangan sampai menghambat jika Aplikator sudah menyelesaikan kewajibannya,’’ tegas Danrem Senin, 16 September 2019 usai cek lapangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Baca juga:  Semangat Persaudaraan Jadi Modal Utama Masyarakat NTB

Dimintanya, agar Dana Siap Pakai (DSP) tidak mengendap di bank dalam waktu lama.  Sebab dianggap akan merugikan masyarakat penerima bantuan. ‘’Jika tidak segera dicairkan sampai batas waktu yang sudah ditentukan, maka akan balik lagi kepada negara,’’ tegasnya.

Menurut Danrem, pascaperpanjangan waktu Satgas Rehab Rekon Terpadu TNI berdasarkan permohonan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc kepada Mabes TNI, pihaknya terus bergerak. Salah satunya dengan  melaksanakan peninjauan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG).

Secara khusus ia melihat kinerja aparat TNI yang menjadi fasilitator pendamping. Dalam catatan, ada 626 personel TNI diterjunkan untuk membantu percepatan, ditambah 1000 tenaga bantuan Zeni TNI.

Baca juga:  Peringatan Keras Wagub NTB untuk Oknum “Pemain” di Rehab Rekon Gempa

Danrem turun bersama Kasi Intelrem 162/WB Mayor Inf Hendra Sukmana, Danramil 1606-02/Tanjung dan para Danki Batayon Zeni Satgas Rehab Rekons wilayah KLU.

Pada kesempatan tersebut, selain melihat proses pembangunan, Danrem bersama rombongan juga berdialog dengan pemilik RTG.

Danrem juga memberikan penekanan kepada Babinsa selaku fasilitator, Danramil setempat dan para Komandan Kompi Batayon Zeni TNI untuk bergerak cepat dalam pembangunan RTG. “Harus lebih cepat, sebelum masa transisi selesai hingga tanggal 31 Desember mendatang,” tegasnya.

Sesuai data per 15 September, BPBD NTB mencatat progres menggembirakan pada pembangunan RTG. Rumah yang sudah selesai dikerjakan mencapai 80.547 unit. Dengan kategori rumah rusak berat mencapai 22.267 unit, rumah kategori rusak sedang 13.265 unit, rumah kategori rusak ringan 45.015 unit. (ars)