Tim Appraisal Pembebasan Lahan By Pass Segera Bekerja

Azhar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pembebasan lahan proyek jalan by pass  Lombok International Airport (LIA) – KEK Mandalika ditargetkan tuntas Desember mendatang. Tim appraisal akan segera bekerja,  turun melakukan penilaian harga lahan yang terdampak pengerjaan proyek senilai Rp1,5 triliun tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan, lelang untuk appraisal sudah selesai. Pihak ketiga yang akan melakukan appraisal masih menunggu data by name by address warga yang lahannya terdampak proyek tersebut dari Badan Pertanahan Negara (BPN) NTB.

‘’BPN berjanji selesai minggu besok. Sudah clear daftar nama-nama pemilik lahan by name by address. Baru tim appraisal yang sudah ditunjuk bisa bekerja,’’ kata Azhar dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 14 September 2019.

Baca juga:  Pengembangan The Mandalika, Jangan Lupakan Masyarakat Lokal

Proses appraisal membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Artinya, November mendatang, hasil appraisal sudah keluar. Setelah hasil appraisal keluar, maka dilakukan pembayaran ganti rugi lahan warga yang terkena proyek jalan by pass sepanjang 17 Km tersebut.

‘’Selesai appraisal November. Desember sudah terbebaskan lahannya. Karena 2020 sudah mulai pelaksanaan konstruksi,’’ jelasnya.

Proyek jalan by pass LIA –  KEK Mandalika ditargetkan tuntas pertengahan 2021 mendatang. Proyek ini akan dikerjakan multiyears selama dua tahun, yakni 2020 dan 2021.

Pembangunan proyek tersebut menggunakan dana bantuan Bank Dunia sebesar Rp1,5 triliun. Dana bantuan Bank Dunia itu merupakan bagian dari proyek pengembangan pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Project (ITDP).

Dimana, NTB mendapatkan bantuan sekitar Rp6 triliun. Anggaran sebesar ini akan dipergunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di sekitar KEK Mandalika.

Baca juga:  Pengembangan The Mandalika, Jangan Lupakan Masyarakat Lokal

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Syahdan, MT menjelaskan pengerjaan jalan by pass sepanjang 17 Km tersebut akan dibagi menjadi lima paket dengan pola pengerjaan multiyears. Pembagian paket pekerjaan ini dimaksudkan agar pengerjaannya bisa tuntas tepat waktu.

‘’Nanti kita kontrak sekali lima paket pekerjaan. Sepanjang 17 Km kita bagi lima paket pekerjaan. Kita keroyok. Kita selesaikan dengan cara tak biasa. Strateginya kita gempur cara pengerjaannya,’’ tandas Syahdan.

Jalan penghubung dari bandara ke Sirkuit Mandalika ini panjangnya sekitar 17 km. Rencananya akan dibangun jalan empat jalur dan delapan lajur. (nas)