Lombok-Sumbawa Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas Nasional

Wagub  NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menerima dokumen dari kementerian Pariwisata, usai memaparkan potensi pariwisata NTB di hadapan ratusan peserta Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019 Rabu, 11 September 2019 di Jakarta. (Suara NTB/ist)

Jakarta (Suara NTB) – Presiden RI Joko Widodo melalui Kementerian Pariwisata, menetapkan Lombok-Sumbawa sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional yang diistilahkan dengan 10 Bali Baru. Dari 10 destinasi prioritas nasional ini, diturunkan kembali menjadi lima destinasi yang disebut sebagai Destinasi Super Prioritas.

‘’Salah satu destinasi wisata Super Prioritas Nasional  itu adalah KEK Mandalika Resort di Pantai Seger, Kuta Lombok Tengah,’’ Wakil Gubernur (Wagub)  NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, usai memaparkan potensi pariwisata NTB di hadapan ratusan peserta Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019, Rabu, 11 September 2019 di Ballroom Swiss Hotel PIK Avenue Jakarta.

Dikatakan Wagub, destinasi ini nantinya akan digunakan sebagai lokasi perhelatan balap motor paling bergengsi di dunia, yakni event MotoGP 2021.

Dalam menyambut dan menyukseskan event akbar bertaraf internasional yang menghadirkan jutaan tamu dan wisatawan itu, Wagub Umi Rohmi mengungkapkan pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait terus bergerak menyelesaikan dan melengkapi berbagai infrastruktur serta fasilitas penunjang yang diperlukan.

Baca juga:  DPD RI Dukung MotoGP di NTB

‘’Salah satu infrastruktur yang saat ini terus dikerjakan adalah penyelesaian pembangun sirkuit dan infrastruktur pendukung  yang dilengkapi teknologi pemantauan dan pengamanan berteknologi tinggi,’’ jelasnya.

Infrastruktur lainnya kata Wagub, adalah penambahan kapasitas Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, penyediaan infrastruktur ICT, penyediaan sarana dan kesiapsiagaan mitigasi bencana. Kemudian manajemen galian C dan standar galian. Pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja terampil, peningkatan kualitas akomodasi, atraksi  dan pelayanan wisata

serta manajemen transportasi.

‘’Sirkuit Mandalika memiliki panjang lintasan 4,32 Km dengan 93,2 ribu kursi serta area terbuka untuk 138,7 ribu penonton,’’ paparnya. Sementara itu, bypass yang akan dibangun dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sampai ke Mandalika sepanjang 17 Km yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020. ‘’Pelabuhan Gili Mas Sekotong juga telah siap beroperasi mulai awal tahun 2020,’’kata Umi Rohmi.

Selain Mandalika, Wagub juga memaparkan tentang dua cagar biosfer dunia yang dimiliki NTB yaitu Rinjani dan Samota. ‘’Ditetapkannya Rinjani dan Samota (Saleh, Moyo, Tambora) sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO, maka menjadi keharusan bagi kami di NTB untuk sungguh-sungguh memperhatikan lingkungan,’’ tegasnya.

Baca juga:  Peserta Rakernas MUI Betah Tinggal di NTB

Di NTB,  lanjut Wagub, menjadikan kebersihan itu sebagai program prioritas melalui program  NTB Zero Waste. ‘’Program Zero Waste ini kami betul-betul masifkan di NTB. Karena kami sadar betul bahwa penanganan sampah ini menjadi sangat krusial dan sangat penting dalam membangun Lombok dan Sumbawa,’’ tegasnya.

Desa-desa di NTB lanjut Rohmi, Didorong untuk membentuk bank sampah. Terlebih, di 100 desa wisata prioritas yang telah ditentukan. ‘’Desa wisata yang kami bangun di NTB dibagi kedalam enam kategori yaitu 9 desa wisata ekraf (ekonomi kreatif), 14 desa wisata budaya, 24 desa wisata alam, 18 desa wisata agro, dan 34 desa wisata bahari,’’ paparnya.

Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019 yang berlangsung dari 10-11 September 2019 ini mengangkat tema  ‘’Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas’’. Hadir membuka Rakornas adalah Menteri Pariwisata RI,  Arif Yahya. (nas)