20 Atlet NTB Siap Maju Pepapernas

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd menyempatkan diri mengikuti sesi latihan cabang olah raga boccia bersama para atlet penyandang disabilitas, Jumat, 6 September 2019 (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Atlet terbaik NTB penyandang disabilitas tengah bersiap-siap berlaga pada Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Pepapenas) 2019. Sebanyak 20 orang atlet muda NTB akan mengikuti empat cabang olahraga yaitu bulutangkis, boccia, renang dan catur.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd menyempatkan diri mengikuti sesi latihan atlet Pepapernas untuk memberi dukungan, Jumat, 6 September 2019. “Kita merasa senang anak-anak kita merasa bergembira, dan itulah semangat olahraga,” ujar gubernur yang akrab disapa Dr. Zul, Jumat, 6 September 2019 seusai mengikuti sesi latihan atlet penyandang disabilitas untuk boccia.

Menyampaikan dukungannya untuk para atlet muda yang akan mewakili NTB tersebut Dr. Zul berharap para atlet menikmati proses latihan mereka. Dengan begitu, diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal. “Semoga mereka menikmati hari-harinya, menikmati pertandingannya. Sehingga betul-betul hidupnya jadi penuh arti penuh makna,” ujar orang nomor satu di NTB itu.

Baca juga:  Tampil di Kejuaraan Dunia, Zohri Tidak Dibebani Target

Terkait dukungan untuk para atlet, orang nomor satu di NTB tersebut mencanangkan pelibatan perusahaan-perusahaan untuk berkolaborasi. “BUMD kita cuma satu, tapi pebisnis-pebisnis di sini banyak,” ujarnya. Untuk itu, Dr. Zul menegaskan harus ada prubahan pola komunikasi agar para pebisnis sebagai pemilik perusahaan turut aktif dalam menyukseskan atlet-atlet NTB.

“Semua kita harus terlibat dalam olah raga ini. kadang-kadang kalau pengusaha didatangi hanya untuk minta duit, mungkin mereka merasa hatinya itu tidak terlibat secara emosional,” ujar Dr. Zul. Dengan mengajak keterlibatan aktif, gubernur berharap ada rasa memiliki yang akan berdampak pada kemaslahatan para atlet. “Kalau semuanya terlibat, mereka (pebisnis, Red) diajak bermain, diajak bersilaturahmi, dengan sendirinya akan ada jalan buat kita semua,” pungkasnya.

Pepapernas sendiri akan diadakan di Jakarta November mendatang. Untuk itu NTB mengirimkan empat atlet tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita. Sedangkan atlet penyandang tunadaksa dikirim sebanyak delapan orang.

Ketua Bidang Organisasi Nasional Paralimpik NTB, Amir Usman, selaku pihak yang menaungi atlet-atlet tersebut mengaku optimis akan meraih banyak medali emas. “Yang diharapkan itu dari renang. menurut pelatih optimis 2 emas,” ujarnya saat ditemui di sela-sela latihan untuk atlet boccia, Jumat, 6 September 2019 di Lapangan Atletik Mataram.

Baca juga:  Kasdiyono Serukan Ketua KONI Kabupaten/Kota Patuhi Aturan

Selain renang, bulutangkis yang diwakili atlet tunarungu dan catur yang diwakilik atlet tunanetra serta tunadaksa juga optimis mendapatkan medali emas. Mengingat cabang olah raga seperti bulutangkis dan renang adalah cabang favorit dimana NTB seringkali mendapatkan juara. ‘’Kalau prestasi tahun 2017 kita dapat tiga emas. Minimal sama atau lebih,’’ ujar Amir.

Atlet pepapernas sendiri berusia antara 17-19 tahun. Selama dua tahun mengikuti olimpiade tersebut, NTB selalu mendapat medali emas. Untuk memaksimalkan kesiapan para atlet, Amir menerangkan pihaknya akan memfokuskan latihan khusus selama dua minggu untuk semua cabang olahraga. “Kami mohon dukungan semua, karena keterbatasan itu harus dilampaui. Mereka mungkin punya keterbatasan. Tapi mereka juga ingin maju,” pungkasnya. (bay)