NTB Diburu Investor

Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB kembali membuka pintu bagi investor asing yang tertarik menanamkan investasi. Kali ini, Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) dijadwalkan berkunjung ke Lombok untuk menjajaki potensi dan peluang investasi di provinsi yang sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyebutkan, sebanyak 25 orang perwakilan DPIM akan datang menemui jajaran pemerintahan Pemprov NTB pada 8-12 September mendatang. Kunjungan investor tersebut katanya, merupakan tindaklanjut lawatan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc yang beberapa waktu lalu sempat ke Malaysia.

‘’Pada minggu yang lalu Pak Gubernur ke Malaysia, menceritakan berbagai potensi dan peluang investasi di daerah kita,’’ ujar Gita, Jumat, 6 September 2019 di Mataram. Katanya, pihak DPIM tertarik berinvestasi untuk 23 bidang yang dibawahi oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB.

Baca juga:  Delegrasi NTB Jajaki Investor China

Untuk itu, pihaknya telah melaksanakan konsolidasi dengan 23 OPD terkait untuk mematangkan penawaran. Diantaranya minat untuk kegiatan farmasi, pertanian, perikanan, dan lain sebagainya. ‘’Kami hadirkan semua OPD yang kira-kira menjadi mitra strategis untuk kerjasama ke depannya,’’ ujar Gita.

Pemprov NTB sendiri memang tengah mengatur sistem perizinan untuk memberikan kemudahan investasi bagi investor. Hal itu menyangkut ikthiar pemerintah untuk mendorong produk olahan serta industrialisasi di NTB.

Diterangkan Gita, pemerintah saat ini memang membuka kesempatan bagi investor mana saja yang memiliki ketertarikan. Walaupun dipermudah perizinan, investor tersebut tetap harus bersaing untuk meraih kesempatan di NTB.

Baca juga:  Delegrasi NTB Jajaki Investor China

NTB memang sedang diburu investor. Sebelumnya, Pemprov NTB telah menerima penawaran dari investor negara lain seperti Australia, China, Polandia, dan lain-lain. Gita menegaskan bahwa semakin banyak maka semakin besar peluang NTB untuk mempercepat industrialisasi.

‘’Tidak apa-apa banyak investor. Begitu datang kan mereka belum tentu langsung berinvestasi. Harus menjajaki, mengevaluasi, menganalisa dulu,’’ ujarnya.

Terkait investor dari DPIM, Gita menyebut pihaknya optimis. Mengingat DPIM menunjukkan komitmen sebagai bangsa serumpun dan kenyataan bahwa banyak pekerja di Malaysia berasal dari Indonesia, khususnya NTB. Sehingga kualitas pekerja tidak perlu diragukan lagi.

‘’Dia (DPIM, Red) tahu bahwa pekerja-pekerja di Malaysia banyak dari kita. Sehingga harapannya, mereka bisa bekerja di sini,’’ pungkasnya. (bay)