Wajah Baru Wakil Rakyat NTB Diharapkan Bawa Perubahan

Sebanyak 65 wakil rakyat periode 2019-2024 diambil sumpah jabatannya, Senin, 2 September 2019. Mereka diharapkan bisa memberikan perubahan di tubuh DPRD NTB ke depan. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 65 anggota DPRD Provinsi NTB telah dilantik Senin, 2 September 2019. Pelantikan tersebut mengakhiri kiprah para anggota DPRD NTB periode 2004-2019, sekaligus memulai babak baru debut para politisi Udayana periode 2019-2024.

Dari 65 orang yang akan dilantik itu, 43 merupakan wajah baru. Dengan lebih besarnya wajah baru anggota DPRD NTB, diharapkan ada semangat baru yang disuntikkan ke tubuh lembaga legislatif tersebut dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat NTB.

Harus diakui bahwa tidak banyak prestasi yang bisa dibanggakan para politisi Udayana selama lima tahun. Bahkan diakhir masa jabatannya, mereka mempertontonkan kegiatan ‘’jalan-jalan’’ yang dinamai kunker ke luar negeri yang  menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Kegiatan kunker tersebut bahkan dilakukan di hari-hari terakhir masa jabatan mereka.

Kelakuan para wakil rakyat tersebut mendapatkan protes dari masyarakat NTB. Namun hal tersebut tidak digubris. Para wakil rakyat seolah tutup mata dan tutup telinga atas aksi protes masyarakat. Mereka tetap pergi kunker, meski diminta oleh masyarakat untuk tidak pergi. Mengingat anggaran yang dihabiskan bisa dihemat untuk dialihkan ke masyarakat penyintas bencana gempa bumi.

“Saya pikir orang-orang ini (wakil rakyat)  sudah nggak punya nurani. Mestinya dalam kondisi ini  rakyat yang masih berurusan dengan dampak bencana gempa, harusnya jadi bahan pertimbangan mereka untuk membelanjakan uang rakyat untuk hal-hal yang tidak penting,” ujar Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) NTB, Ramli Ernanda.

Menurut Ramli, keputusan jalan-jalan ke luar negeri para wakil rakyat tersebut telah menegaskan bahwa mereka tidak memiliki sensitifitas sedikitpun terhadap perasaan masyarakat. Lebih-lebih perjalanan tersebut dilakukan secara berjemaah, disebu Ramli akan semakin melukai rakyat.

Seolah saling terikat, seretnya prestasi para politisi Udayana periode 2014-2019 itu berbanding lurus dengan sedikitnya jumlah mereka yang kembali terpilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 kemarin. Dari total 65 Anggota DPRD NTB, hanya 22 orang incumbent yang terpilih kembali. Dengan kata lain, ada 43 orang anggota DPRD NTB wajah baru yang akan dilantik hari ini.

Kehadiran wajah-wajah baru ini diharapkan tidak sekedar mengikuti kebiasaan para pemain lama di DPRD NTB. Bahkan, kedatangan para politisi ini seharusnya bisa menyuntikkan semangat dan atmosfir baru. Sebab, DPRD NTB saat ini sangatlah membutuhkan sentuhan energi-energi baru untuk memberikan warna yang berbeda di lima tahun masa jabatan mereka.

Masyarakat tentunya berharap, 65 anggota DPRD NTB periode 2014-2019 bisa menjadikan lembaga DPRD NTB menjadi lembaga yang lebih berwibawa, lebih berenergi dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan NTB.

Perubahan di DPRD NTB diharapkan tidak sebatas fisiknya semata, melainkan juga perubahan pada etos kerja mereka. Jika DPRD NTB yang lalu hanya fokus pada rutinitas kerja yang itu-itu saja, maka DPRD NTB yang dilantik hari ini diharapkan bisa melahirkan terobosan-terobosan yang lebih mengena pada persoalan masyarakat.

Di momentum pelantikannya ini, ada baiknya para anggota DPRD NTB yang dilantik merenung sejenak, sembari mengingat-ingat sulitnya mereka memperoleh jabatan ini melalui Pemilu lalu. Karena itulah, masih ada waktu lima tahun, mereka bisa segera memulai untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya di daerah pemilihan. Sebab, sejak dilantik hari ini, masyarakat sudah akan mulai mencatat kinerja mereka selama lima tahun. Baik, buruknya kinerja itu, lima tahun lagi masyarakat akan menunggu untuk menjatuhkan vonis atas rekam jejak yang mereka torehkan selama lima tahun. (ndi)