Proyek Bendungan Meninting Molor karena Masalah Lahan

Azhar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB)Groundbreaking pembangunan Bendungan Meninting Lombok Barat (Lobar) molor dari jadwal yang diharapkan Kementerian PUPR. Semula, groundbreaking akan dilaksanakan pada pertengahan Agustus lalu. Namun hingga awal September ini belum dilakukan groundbreaking karena terhambat persoalan lahan.

Sementara itu, kontraktor pelaksana sudah hampir delapan bulan menganggur atau tak bekerja. Karena persoalan lahan yang menjadi lokasi pembangunan bendungan belum tuntas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan, memang groundbreaking pembangunan Bendungan Meninting molor. Tetapi ia mengatakan, persoalan lahan sudah tidak menjadi masalah. Meskipun ada belasan KK masyarakat terdampak pembangunan bendungan yang belum menerima harga pembebasan lahan sesuai appraisal.

Baca juga:  Polda NTB Tangani Lima Kasus Dugaan Penyimpangan Dana RTG

Dalam waktu dekat akan dilakukan groundbreaking pembangunan bendungan yang diharapkan akan mampu mengatasi persoalan krisis air bersih di Pulau Lombok ini.

‘’Sekarang sudah ndak masalah lahannya, hanya nunggu waktu saja. Groundbreaking kira-kira awal minggu ini,’’ kata Azhar yang dikonfirmasi Suara NTB usai menghadiri pelantikan anggota DPRD NTB, Senin, 2 September 2019 siang.

Meskipun ada belasan KK yang masih menolak harga pembebasan lahan. Namun Azhar mengatakan lebih banyak masyarakat yang sudah menerima pembebasan lahan tersebut. Bagi masyarakat yang menolak harga pembebasan lahan, maka akan dititip di pengadilan.

Pembangunan Bendungan Meninting akan dilakukan di atas lahan 90 hektare di Desa Meninting Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, dengan pengembangan irigasi seluas 145 hektare hingga ke Kecamatan Lingsar Lombok Barat.

Baca juga:  Pengerjaan Proyek Pasar ACC Dikhawatirkan Molor

Proyek itu dikerjakan dengan skema multi years, bersumber dari APBN tahun 2018 – 2022. Tahap pertama nilai kontrak Rp 875.249.654.400, nomor kontrak HK.02.03-AS/Kont/SNVT PB NT 1/905/2018. Lelang dimenangkan PT. Hutama Karya (Persero) membuat Kesepakatan Operasional (KSO) dengan PT. Bahagia Bangun Nusa. Masa kerja 48 bulan, sejak 31 Desember 2019.

Sementara tahap kedua,  lelang dimenangkan PT. Nindiya Karya (Persero) KSO dengan PT. Sac Nusantara, dengan nilai kontrak Rp 481.334.289.700. Kontrak proyek nomor HK.02.03-AS/Kont/SNVT PB NT 1/906/2018, dengan masa kerja 48 bulan sejak 31 Desember 2019. (nas)